JAWA TENGAH — Bencana banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, memakan korban jiwa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro P Martanto mengonfirmasi penemuan korban terakhir pada Sabtu (16/5).
"Korban sudah ditemukan," kata Endro kepada JPNN.com melalui layanan perpesanan WhatsApp, Sabtu (16/5).
Korban kedua bernama Maryam, seorang perempuan lanjut usia yang dilaporkan hanyut setelah tanggul Sungai Plumbon jebol pada Jumat (15/5). Ia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di parit area persawahan Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.
Peristiwa itu menambah daftar korban jiwa akibat banjir di Semarang. Sehari sebelumnya, seorang remaja putri ditemukan meninggal setelah tersapu banjir akibat luapan Sungai Silandak di Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan.
Selain dua korban meninggal, BPBD mencatat satu warga yang sempat hanyut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Korban tersebut mengalami dislokasi pada bagian bahu dan kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Adhyatma MPH Tugurejo Kota Semarang.
Banjir yang melanda Semarang kali ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan sejumlah sungai meluap. Tanggul Sungai Plumbon di Mangkang Kulon jebol pada Jumat (15/5), memperparah genangan dan arus banjir yang menerjang permukiman warga.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kota Semarang masih melakukan pendataan dampak banjir di sejumlah kecamatan. Pihaknya mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rabanjir untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.