KENDAL — Dua aplikasi andalan, SRIKANDI dan SIPANDI, menjadi ujung tombak digitalisasi kearsipan di Kabupaten Kendal. Sistem pengelolaan arsip dinamis terintegrasi itu didukung pula oleh KEN SIRA atau Kendal Siber Acceleration, yang mengamankan sistem elektronik dan menyediakan layanan tanda tangan elektronik terintegrasi.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan bahwa transformasi digital di bidang kearsipan merupakan bagian integral dari reformasi birokrasi daerah. Pemerintah kabupaten terus mendorong budaya tertib arsip di seluruh perangkat daerah, sekolah, hingga pemerintah desa.
Tema Hari Kearsipan tahun ini, “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan menuju Indonesia Emas 2045”, menegaskan peran arsip sebagai memori kolektif bangsa. Arsip menjadi sumber informasi autentik dan bukti akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut Bupati, pengelolaan arsip yang baik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan terpercaya. “Arsip bukan sekadar rekaman masa lalu, melainkan aset strategis bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan di masa depan,” ujar Dyah Kartika Permanasari.
Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh arsiparis, pengelola arsip, dan insan kearsipan di Kabupaten Kendal atas dedikasi mereka menjaga memori kolektif daerah. Ia menegaskan pentingnya sinergi agar pengelolaan arsip menjadi instrumen strategis pembangunan.
Masyarakat juga diajak membangun budaya sadar arsip, dimulai dari lingkungan kerja, sekolah, hingga kehidupan sehari-hari. Transformasi digital ini diharapkan mampu membangun budaya kerja yang lebih profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik.
SRIKANDI merupakan sistem pengelolaan arsip dinamis yang digunakan lintas instansi. Sementara SIPANDI dikembangkan khusus untuk memonitor implementasi SRIKANDI di lapangan. Kedua aplikasi ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kendal beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat.
Peringatan Hari Kearsipan yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional juga dimanfaatkan untuk menggaungkan semangat membangun kemandirian bangsa melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan generasi muda.