Bulog Tembus Serapan 3 Juta Ton Beras, Stok Pemerintah Tembus Rekor 5 Juta Ton

Penulis: Andi Pratama  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 12:50:01 WIB
Bulog berhasil menyerap 3 juta ton setara beras hingga awal Juni 2026.

JAWA TENGAH — Serapan gabah dan beras petani oleh Perum Bulog terus melesat. Hingga awal Juni 2026, realisasinya mencapai 3,01 juta ton setara beras. Angka ini menjadi tonggak baru karena dalam waktu belum genap enam bulan, Bulog sudah mendekati target pengadaan setahun penuh.

HPP Rp6.500 Efektif, Petani Mendapat Kepastian Pasar

Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan capaian ini tak lepas dari sinergi petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, hingga penggilingan padi. Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dinilai efektif memberi kepastian pasar dan menjaga kesejahteraan petani.

"Alhamdulillah hingga awal Juni 2026, Bulog telah berhasil menyerap 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik," ujar Rizal dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Stok Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, Modal Hadapi Guncangan

Keberhasilan penyerapan ini berdampak langsung pada penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Stok beras yang dikelola Bulog kini telah melampaui 5 juta ton, level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Ketersediaan stok sebesar itu menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas harga beras, menyalurkan bantuan pangan, serta mengantisipasi gangguan pasokan akibat bencana atau gejolak global.

Menurut Rizal, capaian serapan 3 juta ton bukan sekadar angka statistik. Ia menilai ini cerminan keberhasilan kebijakan pangan yang berpihak kepada petani sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia.

Optimistis Target 4 Juta Ton Tercapai Sebelum Akhir Tahun

Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun. Optimisme itu didukung masih berlangsungnya musim panen di sejumlah sentra produksi padi nasional. Perusahaan pelat merah ini akan terus mengoptimalkan penyerapan melalui penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Bulog akan terus berada di garis depan menjaga pangan Indonesia. Keberhasilan ini adalah wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," tegas Rizal.

Dengan stok yang mencapai rekor baru, Indonesia dinilai semakin kokoh menuju kemandirian pangan di tengah berbagai tantangan global. Peran Bulog sebagai instrumen strategis negara dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional pun kian tegas.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: vibizmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top