JAWA TENGAH — Yamaha Indonesia masih mempertahankan banderol Yamaha Mio M3 125 di angka Rp 18.805.000 (OTR Jakarta) pada Juni 2026. Angka itu membuat skutik entry-level ini tetap menjadi salah satu motor matik termurah yang dijual resmi oleh pabrikan berlambang garpu tala. Informasi harga ini merujuk pada data yang tercantum di situs resmi Yamaha Indonesia.
Di sektor dapur pacu, Mio M3 125 mengusung mesin 125 cc SOHC 1-silinder berpendingin udara. Teknologi Fuel Injection (FI) menjadi standar untuk menjaga konsistensi suplai bahan bakar.
Mesin ini sanggup memuntahkan tenaga maksimal 9,38 hp pada 8.000 rpm dan torsi puncak 9,6 Nm yang sudah tersedia di 5.500 rpm. Karakter responsif di putaran bawah ini dirancang untuk akselerasi cepat di lalu lintas perkotaan yang padat, cocok untuk aktivitas harian seperti berangkat kerja atau sekolah.
Salah satu fitur andalan yang masih dipertahankan adalah Eco Indicator. Sistem ini memberikan indikator visual di panel instrumen saat motor dikendarai dalam pola paling efisien. Pengendara bisa memanfaatkan lampu indikator tersebut untuk mengatur bukaan gas agar konsumsi bensin lebih irit.
Kombinasi Eco Indicator dan teknologi injeksi membuat Mio M3 125 cukup unggul dalam urusan efisiensi bahan bakar di kelasnya. Fitur ini menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang mengutamakan biaya operasional rendah.
Yamaha menyediakan empat opsi warna untuk Mio M3 125 pada tahun ini. Pilihannya meliputi:
Keempat warna tersebut menyasar kalangan muda dan pengguna perkotaan yang ingin tampil sesuai selera.
Dengan harga Rp 18,8 juta, Mio M3 125 bersaing langsung di segmen skutik entry-level yang juga diisi oleh Honda Beat dan Suzuki Nex II. Meski tidak dibekali fitur canggih seperti keyless atau bagasi luas, motor ini mengandalkan keandalan mesin injeksi dan biaya perawatan yang rendah.
Bagi konsumen yang mencari kendaraan praktis untuk mobilitas harian dengan budget terbatas, Yamaha Mio M3 125 masih menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan di pasar otomotif Indonesia. (*)