Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama Resmi Naik Podium Kedua Moto3 2026 Usai Adrian Fernandez Didiskualifikasi Enam Seri

Penulis: Eko Saputro  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:47:01 WIB
Veda Ega Pratama resmi naik ke posisi kedua klasemen akhir Moto3 2026 setelah diskualifikasi Adrian Fernandez.

SEMARANG — Kepastian naiknya Veda Ega Pratama ke posisi kedua klasemen akhir Moto3 2026 terjadi setelah Federasi Balap Motor Internasional (FIM) menjatuhkan sanksi berat kepada Adrian Fernandez. Pebalap asal Spanyol itu didiskualifikasi dari enam seri balapan karena timnya terbukti menggunakan mesin yang tidak sesuai regulasi teknis.

Pelanggaran Mesin Ilegal yang Mengubah Papan Atas Klasemen

Diskualifikasi tersebut langsung berdampak pada perolehan poin Fernandez yang otomatis dihapus untuk enam seri yang dilanggar. Akumulasi poin yang hilang membuat Fernandez turun peringkat secara drastis, sementara Veda Ega Pratama yang berada di posisi ketiga sebelumnya naik satu tingkat.

Keputusan FIM ini disambut baik oleh penggemar balap Indonesia. Veda Ega Pratama, yang sepanjang musim konsisten finis di posisi lima besar, kini resmi mengoleksi gelar podium kedua di kelas Moto3.

Karier Veda Ega Pratama di Musim 2026

Pebalap muda asal Jawa Tengah ini mencatatkan beberapa hasil impresif sepanjang musim, termasuk dua kali finis di posisi pertama dan tiga kali podium ketiga. Konsistensinya di paruh kedua musim menjadi kunci utama dalam persaingan ketat papan atas klasemen.

Manajer tim Veda Ega Pratama menyebut bahwa hasil ini adalah buah dari kerja keras seluruh kru dan dukungan penuh dari sponsor serta masyarakat Indonesia. "Ini adalah pencapaian bersejarah bagi balap motor Indonesia. Kami sangat bangga," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Dampak Bagi Dunia Balap Motor Indonesia

Keberhasilan Veda Ega Pratama naik podium kedua Moto3 2026 menjadi angin segar bagi perkembangan olahraga balap motor di Tanah Air. Prestasi ini diyakini akan memacu semangat pebalap muda Indonesia lainnya untuk menembus kancah internasional.

Sejumlah pengamat balap menilai bahwa regulasi teknis yang ketat di Moto3 membuat setiap pelanggaran mesin memiliki konsekuensi besar. Kasus Adrian Fernandez menjadi pengingat bagi seluruh tim untuk mematuhi aturan yang berlaku.

Dengan hasil ini, Veda Ega Pratama dipastikan akan menjadi sorotan utama pada musim depan. Banyak pihak menantikan apakah ia mampu mempertahankan performa dan bahkan bersaing memperebutkan gelar juara dunia Moto3 2027.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top