Disdagkop UKM Kendal Perkuat Pendampingan 39 Ribu UMKM Hadapi Pelemahan Rupiah, 50 Produk Siap Masuk Alfamart

Penulis: Deni Kurniawan  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 13:42:11 WIB
Disdagkop UKM Kendal mendampingi 39 ribu UMKM menghadapi pelemahan rupiah.

KENDAL — Sebanyak 39 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kendal menjadi sasaran program pendampingan intensif dari pemerintah daerah. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar.

Dampak Pelemahan Rupiah: Bahan Baku Impor Paling Terpukul

Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo, menjelaskan bahwa tidak semua sektor UMKM merasakan dampak yang sama. Menurutnya, pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor menjadi pihak yang paling tertekan dengan kenaikan harga dolar.

"Sementara produk yang mengandalkan bahan baku lokal relatif masih aman dan memiliki daya beli yang cukup baik di masyarakat," ujar Toni, Selasa (9/6/2026).

Strategi Pendampingan: Dari Legalitas hingga Pemasaran Digital

Disdagkop UKM Kendal tidak hanya fokus pada aspek permodalan. Program pendampingan yang dijalankan mencakup tiga sektor utama: legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pemasaran.

Salah satu terobosan yang dinilai strategis adalah kerja sama dengan jaringan ritel modern. Toni mengungkapkan, saat ini sudah ada sekitar 50 produk UMKM Kendal yang telah melalui proses kurasi dan berpeluang masuk ke gerai Alfamart.

"Salah satunya melalui kerja sama dengan Alfamart. Saat ini ada sekitar 50 produk UMKM Kendal yang telah melalui proses kurasi dan berpeluang masuk ke jaringan ritel modern," jelasnya.

UMKM Kendal Digandeng Platform Digital untuk Perluas Pasar

Selain ritel fisik, pemerintah daerah juga mendorong transformasi digital pelaku UMKM. Disdagkop UKM Kendal bekerja sama dengan platform e-commerce dan media sosial untuk memberikan pelatihan pemasaran digital.

"Kami bekerja sama dengan berbagai platform seperti Shopee dan TikTok untuk memberikan pelatihan pemasaran digital," tambah Toni.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Disdagkop UKM Kendal, Lytria Wandwiasti, menambahkan bahwa pihaknya juga menjalin kemitraan dengan hotel dan gerai-gerai UMKM. Hal ini dilakukan untuk membuka lebih banyak saluran distribusi produk lokal.

"Kami terus melakukan pendampingan dan pengawasan kepada para pelaku UMKM. Saat ini jumlah UMKM di Kabupaten Kendal mencapai sekitar 39 ribu pelaku usaha," ungkap Lytria.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top