El Nino Diprediksi Ganggu Produksi Pangan Asia Tenggara, Harga Beras dan Minyak Sawit Terancam Naik

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 14:25:31 WIB
Petani di Jawa Tengah memantau kondisi lahan menyusul prediksi gangguan El Nino pada produksi padi.

JAWA TENGAH — Fenomena iklim El Nino diproyeksikan mengancam pasokan pangan dan stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Gangguan pada produksi padi dan minyak sawit diperkirakan terjadi di saat masyarakat regional masih terbebani lonjakan harga bahan bakar dan pangan.

Ancaman Terhadap Dua Komoditas Strategis

El Nino, yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, berpotensi memicu kekeringan di sejumlah negara produsen pangan utama. Sektor pertanian menjadi yang paling rentan, khususnya pada tanaman padi dan kelapa sawit.

Padi merupakan bahan pangan pokok bagi hampir seluruh penduduk Asia Tenggara. Sementara itu, kawasan ini memasok sekitar 85 persen minyak sawit dunia. Gangguan pada kedua komoditas ini dapat memicu efek domino pada rantai pasok global.

Beban Ganda di Tengah Tekanan Inflasi

Ancaman ini datang di saat yang tidak menguntungkan. Masyarakat di berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih bergulat dengan kenaikan biaya hidup. Harga bahan bakar yang tinggi telah mendorong ongkos produksi dan transportasi, yang pada akhirnya membebani harga pangan di tingkat konsumen.

Jika El Nino benar-benar terjadi, tekanan inflasi bisa semakin berat. Kombinasi antara pasokan yang terganggu dan biaya produksi yang tinggi berpotensi mendorong harga kebutuhan pokok naik lebih lanjut.

Proyeksi Dampak dan Kewaspadaan

Organisasi meteorologi global telah memberikan peringatan dini mengenai potensi kembalinya El Nino dalam beberapa bulan ke depan. Meskipun intensitasnya masih sulit diprediksi secara pasti, para ahli memperingatkan agar pemerintah di kawasan tidak lengah.

Langkah antisipasi, seperti pengelolaan stok beras nasional, diversifikasi sumber pangan, serta percepatan distribusi, dinilai perlu disiapkan. Tanpa kesiapsiagaan yang memadai, dampak El Nino kali ini bisa lebih parah dibandingkan siklus sebelumnya, terutama karena kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top