Warga Gombel Lama Semarang Soroti Dua Proyek Besar, Puluhan Rumah Dikabarkan Retak dan Ambles

Penulis: Deni Kurniawan  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 20:09:31 WIB
Warga Gombel Lama Semarang melaporkan retaknya puluhan rumah di sekitar dua proyek besar.

SEMARANG — Keluhan warga di Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, terus bergulir. Mereka mendapati tembok rumah retak, lantai keramik pecah, hingga beberapa titik tanah di sekitar fondasi ambles dalam beberapa pekan terakhir. Dugaan warga, kerusakan itu bukan hanya akibat proyek perkuatan tebing Jalan Gombel Lama, melainkan juga getaran dari pembangunan pusat perbelanjaan besar di dekat permukiman mereka.

Dua Proyek Berdampingan, Satu Keluhan Warga

Lokasi permukiman warga berada persis di antara dua proyek strategis. Di satu sisi, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang tengah mengerjakan proyek penguatan struktur jalan untuk mencegah longsor di Gombel Lama. Di sisi lain, pengembang swasta tengah membangun Mal Pakuwon Indah yang letaknya tak jauh dari perkampungan padat penduduk.

"Kami tidak tahu persis mana yang paling berpengaruh. Tapi faktanya, sejak dua proyek itu jalan berbarengan, rumah kami mulai retak-retak," ujar seorang warga setempat, Senin lalu.

Kerusakan Tak Sama Rata, Ada yang Parah

Sejumlah rumah di RT 03 dan RT 04 mengalami kerusakan paling signifikan. Retakan vertikal terlihat jelas di dinding utama, sementara beberapa rumah lainnya mengalami penurunan permukaan lantai hingga beberapa sentimeter. Warga khawatir kondisi ini akan bertambah parah jika proyek terus berjalan tanpa ada kajian independen.

Mereka berharap pemerintah kota segera menurunkan tim teknis untuk melakukan investigasi dan audit struktur. "Jangan sampai kami yang jadi korban. Rumah ini tempat tinggal kami, bukan proyek percontohan," tambah warga lainnya.

Pemkot Semarang Belum Beri Tanggapan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang maupun pihak pengembang Mal Pakuwon terkait keluhan warga. Lurah Tinjomoyo disebut telah menerima laporan warga dan berjanji meneruskannya ke tingkat kecamatan.

Warga berencana menggelar pertemuan dengan perwakilan kontraktor pekan depan untuk meminta kejelasan. Mereka juga mempertimbangkan untuk melayangkan somasi jika tidak ada respons dalam waktu dekat.

Belajar dari Kasus Serupa di Semarang

Kasus retaknya rumah warga akibat proyek konstruksi bukan kali pertama terjadi di Semarang. Beberapa tahun lalu, proyek pembangunan hotel dan apartemen di kawasan Simpang Lima sempat memicu protes serupa. Bedanya, kawasan Gombel Lama dikenal memiliki struktur tanah yang labil karena berada di perbukitan.

Kondisi geografis ini membuat warga semakin waswas. Mereka meminta agar setiap proyek besar di kawasan perbukitan wajib dilengkapi kajian dampak lingkungan yang ketat, bukan sekadar izin mendirikan bangunan.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top