SOLO — Wali Kota Solo Respati Ardi memperkenalkan konsep Jawa Wellness di ajang World Cities Summit 2026 yang berlangsung di Singapura. Dalam forum itu, Solo diproyeksikan menjadi destinasi wellness dunia berbasis budaya Jawa dan kelestarian lingkungan.
Respati menjelaskan, Jawa Wellness bukan sekadar program kesehatan biasa. Konsep ini mengintegrasikan filosofi hidup masyarakat Jawa yang selaras dengan alam ke dalam layanan kebugaran dan pengobatan tradisional.
“Kami menawarkan pengalaman wellness yang otentik. Mulai dari jamu, pijat tradisional, hingga meditasi di lingkungan yang asri,” ujar Respati dalam pidatonya di Singapura, Selasa (15/4/2025).
Pemkot Solo telah menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung untuk mewujudkan visi tersebut. Beberapa kawasan di Solo tengah ditata ulang menjadi ruang terbuka hijau dan pusat kebugaran berbasis komunitas.
Pemerintah kota juga mendorong pelaku UMKM mengembangkan produk herbal dan jasa pijat tradisional yang memenuhi standar internasional. Targetnya, Solo bisa bersaing dengan destinasi wellness terkenal di Asia, seperti Ubud di Bali atau Chiang Mai di Thailand.
World Cities Summit 2026 merupakan forum tahunan yang mempertemukan para pemimpin kota dari seluruh dunia untuk berbagi solusi perkotaan berkelanjutan. Keikutsertaan Solo di ajang ini dinilai sebagai peluang besar menarik wisatawan mancanegara.
Respati menambahkan, promosi di Singapura merupakan langkah awal untuk menjaring investor dan mitra global. “Kami tidak hanya menjual kesehatan, tetapi juga budaya dan keramahan masyarakat Jawa,” pungkasnya.