Apindo Dorong Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi Setara Vietnam, Ribuan Lapangan Kerja Baru Mengintip

Penulis: Budi Santoso  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 21:06:31 WIB
Apindo dorong Jawa Tengah sebagai pusat investasi dengan potensi unggulan dan efisiensi tinggi.

SEMARANG — Jawa Tengah tidak perlu menunggu seluruh Indonesia untuk bersaing dengan Vietnam. Cukup dengan mengoptimalkan potensi yang ada di provinsi ini, investasi asing bisa ditarik dan ribuan lapangan kerja baru bisa tercipta.

Keyakinan itu disampaikan Apindo Pusat melalui Bob Azam setelah bertemu Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Semarang. Menurut Bob, Jawa Tengah memiliki keunggulan yang sulit ditandingi daerah lain: letak geografis strategis, tenaga kerja melimpah, infrastruktur yang terus membaik, hingga kualitas investasi yang masuk.

“Kita baru menyampaikan hasil kajian dari Apindo terkait potensi Jawa Tengah sebagai daerah tujuan investasi. Jangan sampai investasi itu lari ke Vietnam semua,” kata Bob dalam pernyataan yang diterima redaksi.

Efisiensi Investasi: ICOR Jateng di Bawah Angka 4

Salah satu data yang menjadi sorotan Apindo adalah efisiensi investasi di Jawa Tengah. Bob menyebut, Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di sejumlah daerah di Jateng berada di bawah angka 4. Angka itu jauh lebih rendah dari rata-rata nasional yang masih di atas 6.

ICOR yang rendah menandakan bahwa setiap tambahan investasi mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi lebih besar. Artinya, modal yang ditanamkan di Jawa Tengah tidak sia-sia.

Contoh nyata ada di Kabupaten Kendal. Pertumbuhan ekonomi daerah itu pada 2025 mencapai sekitar 9 persen, dua kali lipat lebih dari rata-rata nasional. “Jadi untuk kompetisi dengan Vietnam dan negara lain tidak perlu Indonesia, cukup Jawa Tengah saja,” tegas Bob.

Logistik Jadi PR Utama: Pelabuhan dan Dry Port Wajib Direvitalisasi

Meski potensi besar, Bob mengingatkan bahwa biaya logistik masih menjadi ganjalan utama. Ia mendukung penuh langkah Pemprov Jawa Tengah yang mendorong revitalisasi pelabuhan dan pembangunan dry port di kawasan industri Batang dan Kendal.

Menurutnya, biaya logistik yang belum kompetitif membuat ICOR di Indonesia secara umum menjadi tinggi. “Reformasi di bidang logistik, termasuk pelabuhan, sangat penting. Ini menjadi milestone penting bagi Jawa Tengah untuk menjadi kawasan yang kompetitif,” ujar Bob.

Dry port atau pelabuhan darat di kawasan industri dinilai bisa menekan biaya pengiriman barang dari pabrik ke pelabuhan utama. Jika terealisasi, daya saing produk-produk Jateng di pasar global akan meningkat drastis.

Gubernur Ahmad Luthfi: Momentum Percontohan Investasi Nasional

Apindo juga menaruh harapan besar pada kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi. Bob menilai, di bawah komando Luthfi, Jawa Tengah bisa menjadi percontohan pertumbuhan investasi yang tinggi.

“Apalagi dipimpin oleh Gubernur Ahmad Luthfi yang saat ini terus mendorong Jawa Tengah menjadi percontohan pertumbuhan investasi yang tinggi,” kata Bob.

Dengan kombinasi efisiensi investasi, tenaga kerja siap pakai, dan infrastruktur yang terus digenjot, Jawa Tengah disebut siap menjadi hub investasi dan logistik nasional yang bisa berbicara banyak di peta Asia.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: puskapik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top