Dukung Larangan Outing Class Luar Kota, Sekretaris Komisi A DPRD Pati Minta Pemkab Benahi Objek Wisata yang Sepi

Penulis: Budi Santoso  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 18:20:31 WIB
Sekretaris Komisi A DPRD Pati mendorong pembenahan objek wisata lokal menyusul rencana larangan outing class luar kota.

PATI — Sekretaris Komisi A DPRD Pati, Kastomo, mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk serius membenahi objek wisata daerah seiring rencana larangan kegiatan outing class ke luar kota. Menurutnya, larangan tanpa diikuti perbaikan fasilitas wisata lokal hanya akan membuat siswa dan masyarakat kehilangan alternatif rekreasi edukatif yang layak.

Goa Pancur Sepi, Wisata Jollong Ramai: Apa yang Berbeda?

Kastomo menyoroti kondisi kontras antara dua destinasi di Pati. Goa Pancur Kayen, yang sempat menjadi andalan, kini sepi pengunjung karena minim perawatan. Sebaliknya, kawasan Wisata Jollong yang dikelola dengan dana APBN dinilainya masih terawat dan mampu menarik minat wisatawan.

“Memang ini menjadi PR untuk pengembangan wisata, dan ini perlu diskusi antara masyarakat dan ahli,” kata Kastomo, Jumat (19/6/2026).

PR Besar Pariwisata: Sarpras dan Keamanan Masih Tertinggal

Legislator dari Fraksi PKB ini menilai Kabupaten Pati masih kalah bersaing dengan daerah lain dalam hal kesiapan sarana prasarana, terutama aspek keamanan di lokasi wisata. Ia mendorong adanya forum diskusi yang melibatkan pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat lokal.

“Tapi sarana prasarana keamanan juga belum siap, saya kira Kabupaten Pati masih kalah dengan daerah lain,” imbuh dia.

Forum tersebut, menurut Kastomo, perlu membahas secara konkret pengembangan sarana prasarana agar objek wisata lokal bisa menjadi tujuan utama outing class, bukan sekadar pelengkap.

Dampak Kebijakan bagi Sekolah dan Pelaku Usaha Lokal

Jika larangan outing class luar kota diterapkan tanpa pembenahan, dikhawatirkan kegiatan belajar di luar kelas justru kehilangan daya tarik. Padahal, kebijakan ini berpotensi menggerakkan ekonomi warga sekitar objek wisata, mulai dari pedagang kaki lima hingga penyedia jasa transportasi lokal.

Kastomo menekankan bahwa pembenahan wisata harus menjadi prioritas agar kebijakan larangan tidak menjadi bumerang bagi dunia pendidikan dan pariwisata daerah. Ia berharap Pemkab Pati segera menyusun peta jalan pengembangan destinasi lokal yang terintegrasi dengan kebutuhan sekolah.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: beritajateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top