SOLO — Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah VII Jawa Tengah mencatatkan rendahnya minat masyarakat terhadap jalur sekolah kemitraan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kepala Cabdin Wilayah VII, Agung Wijayanto, menyebutkan bahwa dari empat sekolah mitra yang ditunjuk, hanya SMK BK yang mampu memenuhi seluruh kuota yang diberikan.
Agung menjelaskan, masing-masing sekolah mitra mendapatkan jatah sembilan kursi untuk calon murid baru. Total kuota yang disediakan mencapai 36 kursi.
“Dari empat sekolah mitra, yang memenuhi kuota hanya SMK BK. Tiga sekolah lainnya masih kekurangan pendaftar,” ujar Agung.
Meski tidak merinci secara detail penyebab rendahnya minat, Agung menduga hal ini berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap kualitas sekolah mitra. Jalur kemitraan sendiri merupakan skema afirmasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk bersekolah di sekolah swasta dengan biaya ditanggung pemerintah.
“Mungkin ada faktor sosial atau informasi yang belum tersebar luas. Padahal, program ini cukup membantu,” tambahnya.
Pihak Cabdin Wilayah VII berencana melakukan sosialisasi ulang ke sekolah-sekolah dan kelurahan di Solo. Agung berharap, dengan pendekatan yang lebih masif, kuota yang tersisa bisa terisi sebelum batas akhir pendaftaran.
“Kami akan koordinasi dengan dinas pendidikan kota dan para kepala sekolah untuk memperluas jangkauan informasi,” pungkasnya.