Merti Gunung di Lereng Lawu Karanganyar Serukan Harmoni Manusia dengan Alam, Ratusan Warga Hadiri Mapag Padhang Bulan

Penulis: Eko Saputro  •  Senin, 29 Juni 2026 | 23:18:31 WIB
Ratusan warga Karanganyar menghadiri prosesi Merti Gunung di lereng Lawu sebagai bentuk syukur terhadap alam.

Prosesi Merti Gunung dipusatkan di area terbuka Padepokan Ismoyo Tunggal yang berada di ketinggian lereng Lawu. Warga setempat, perangkat desa, hingga komunitas pecinta budaya hadir membawa sesaji dan gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas berkah alam. Suasana mistis khas lereng gunung menyelimuti jalannya ritual yang dimulai sejak senja.

Mapag Padhang Bulan: Simbol Pengharapan

Tema Mapag Padhang Bulan dipilih untuk menggambarkan harapan akan masa depan yang terang dan harmonis. Dalam tradisi setempat, padhang bulan atau bulan terang dimaknai sebagai fase kehidupan yang penuh berkah dan rezeki melimpah. Warga percaya, dengan menyelaraskan diri pada alam, bencana seperti tanah longsor atau gagal panen bisa dihindari.

Peserta Larung Sesaji dan Doa Bersama

Puncak acara ditandai dengan larung sesaji ke titik-titik yang dianggap sakral di sekitar padepokan. Doa bersama dipanjatkan oleh sesepuh desa dan diikuti seluruh peserta yang duduk melingkar. Tidak ada kemewahan, tetapi kekhidmatan terasa dari setiap gerak dan lantunan doa yang dipersembahkan untuk keselamatan jagat raya.

Seorang tokoh masyarakat setempat menyebut bahwa Merti Gunung bukan sekadar ritual, melainkan pengingat bahwa manusia adalah bagian dari alam, bukan penguasa. "Kami ingin generasi muda paham bahwa menjaga gunung sama dengan menjaga kehidupan kami sendiri," ujarnya di sela-sela acara.

Pementasan Seni Tradisional Meriahkan Malam

Usai ritual inti, suasana berubah menjadi lebih meriah dengan pementasan seni tradisional seperti jathilan dan musik gamelan. Warga dari berbagai desa di Kecamatan Ngargoyoso turut menampilkan kesenian khas lereng Lawu yang jarang terlihat di perkotaan. Anak-anak muda juga terlihat antusias mengikuti alunan musik, menunjukkan tradisi ini masih lestari.

Merti Gunung di Karanganyar merupakan salah satu warisan budaya yang terus dijaga rutinitasnya setiap tahun. Bagi warga Ngargoyoso, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar dusun dan pengingat untuk tidak serakah mengeksploitasi alam.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top