SEMARANG — Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memaparkan hasil analisis awal musim hujan dalam konferensi pers di Semarang. Pengamat Meteorologi dan Geofisika Ahli Madya, Zauyik Nana Ruslana, menyebut 58 persen dari total luasan wilayah Jateng akan masuk penghujan mulai November 2026. Angka itu dihitung berdasarkan jumlah Zona Musim (Zom) yang tersebar di provinsi ini.
Puncak musim hujan tidak datang bersamaan di seluruh wilayah. BMKG memetakan tiga gelombang puncak yang bergerak dari barat ke timur sepanjang triwulan pertama 2027.
Pada Januari 2027, sebanyak 24 Zom atau 40 persen dari luas wilayah Jateng diperkirakan mengalami puncak musim hujan. Jumlah itu menyusut menjadi 22 Zom pada Februari, lalu delapan Zom pada Maret.
"Awal musim hujan di Provinsi Jawa Tengah umumnya terjadi pada November 2026, sebesar 58 persen dari total luasan wilayah Jateng masuk penghujan," ujar Zauyik dalam konferensi pers awal musim hujan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).
Waktu datangnya musim hujan kali ini bergeser dari kondisi normal. Sebagian besar wilayah Jateng mengalami kemunduran awal musim hujan lebih dari satu bulan atau tiga dasarian.
"Bila kita bandingkan dengan kondisi normalnya, maka musim hujan diprediksi mundur akibat dampak kemarau lebih panjang dan anomali iklim El Nino sangat kuat, serta IOD positif," jelas Zauyik.
Kondisi global saat ini didominasi El Nino kuat dengan indeks positif 2,63 yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027. Sementara itu, Indian Ocean Dipole yang pada pemantauan Juni-September berada pada kondisi netral mulai menunjukkan nilai positif pada September 2026, dan tren tersebut diprediksi bertahan hingga akhir 2026.
Menjelang puncak musim hujan, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologis pada masa peralihan musim. Jika awal musim hujan diprediksi terjadi pada November, maka pancaroba diprediksi mulai pertengahan Oktober.
"Waspadai banjir bandang, longsor, dan puting beliung pada pancaroba. Jika awal musim hujan diprediksi terjadi pada November, maka pancaroba diprediksi mulai pertengahan Oktober sebagai masa peralihan musim," pungkas Zauyik.
Selain masyarakat, sektor pertanian diminta mewaspadai potensi banjir serta mengoptimalkan kebersihan saluran irigasi. Antisipasi itu penting karena puncak hujan pada Januari-Maret 2027 bertepatan dengan masa tanam dan panen di sejumlah daerah sentra pangan Jateng.