Wagub DPRD Jateng Heri Pudyatmoko Ajak Generasi Muda Jaga Optimisme di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

Penulis: Andi Pratama  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:31:02 WIB
Wagub DPRD Jateng Heri Pudyatmoko mengajak generasi muda menjaga optimisme pada momentum Hari Kesaktian Pancasila.

SEMARANG — Politisi Gerindra yang akrab disapa Heri Londo itu menilai, anak muda tumbuh di tengah perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, serta dinamika sosial dan ekonomi yang menghadirkan tantangan tersendiri. Pancasila, katanya, tetap relevan sebagai pedoman menghadapi berbagai perubahan tersebut.

Ia menyoroti semangat persatuan, gotong royong, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama sebagai modal penting membangun masa depan Indonesia.

Pancasila Diminta Tak Berhenti Jadi Bacaan Upacara

Heri menegaskan, nilai-nilai Pancasila tidak cukup dihafal atau diperingati setiap tahun. Menurutnya, Pancasila akan terus hidup jika anak-anak bangsa menghidupkan nilainya lewat laku keseharian.

"Pancasila tidak boleh hanya dihafal atau diperingati setiap tahun. Pancasila akan selalu hidup jika anak-anak bangsa terus menghidupkan nilai-nilainya dalam laku kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan Heri saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026). Ia menyebut peringatan sejarah mesti dimaknai lebih jauh dari sekadar upacara.

Optimisme Harus Diwujudkan Lewat Kerja Nyata

Menurut Heri, optimisme terhadap masa depan tidak cukup berhenti sebagai sikap. Ia mendorong generasi muda mewujudkannya melalui kemauan belajar, bekerja keras, berinovasi, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kemajuan bangsa, lanjutnya, tidak lahir dari pesimisme. Heri menilai perubahan hanya datang dari generasi yang percaya pada kemampuan dirinya sendiri.

"Anak muda harus berani bermimpi besar, tetapi juga mau bekerja keras untuk mewujudkannya. Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak mudah menyerah dan terus berusaha memberikan yang terbaik," ujarnya.

Gotong Royong Jadi Kekuatan di Tengah Keberagaman

Heri juga mengingatkan nilai Pancasila tercermin dalam kebiasaan hidup rukun dan saling membantu di tengah keberagaman. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, semangat kebersamaan dinilainya tidak boleh luntur.

"Gotong royong bukan hanya warisan budaya, tetapi kekuatan yang membuat bangsa ini tetap kokoh. Ketika masyarakat mau saling membantu, saling mendukung dan berjalan bersama, di situlah nilai Pancasila benar-benar hidup," katanya.

Ia menambahkan, pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan kemajuan ekonomi atau teknologi. Kualitas karakter masyarakat, menurutnya, sama menentukan.

Indonesia Emas 2045 Butuh Generasi Berkarakter

Heri memandang generasi muda perlu menanamkan integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi masa depan. Nilai-nilai itu disebutnya sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.

"Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang cerdas, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Kemajuan bangsa harus dibangun dengan kerja keras sekaligus semangat kebersamaan," tuturnya.

Ia berharap Hari Kesaktian Pancasila memperkuat keyakinan bahwa masa depan Indonesia dapat dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda yang kelak menentukan arah pembangunan.

"Kesaktian Pancasila tidak hanya dikenang melalui sejarah. Kesaktian itu terlihat ketika masyarakat tetap rukun di tengah perbedaan, ketika anak muda tetap optimistis menghadapi masa depan, dan ketika seluruh elemen bangsa terus bekerja bersama membangun Indonesia yang lebih maju," pungkas Heri.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: indoraya.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top