JAWA TENGAH — Laga Amerika Serikat kontra Australia di Seattle Stadium bukan sekadar pertandingan grup biasa. Bagi tuan rumah, ini kesempatan membungkam kritik yang sempat meragukan kekuatan mereka. Sementara Australia datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menaklukkan Turki.
AS tampil trengginas di laga perdana. Mereka menghancurkan Paraguay 4-1 dengan permainan agresif sejak menit awal. Folarin Balogun menjadi bintang dengan dua gol, menjadikannya pemain kedua dalam sejarah Amerika Serikat yang mencetak brace di Piala Dunia.
Tim asuhan Mauricio Pochettino juga menunjukkan kesolidan di laga uji coba. Kemenangan 3-2 atas Senegal dan kekalahan tipis 2-1 dari Jerman jadi modal berharga. Rekor pertemuan pun berpihak pada AS: dua kemenangan dalam dua duel terakhir, termasuk kemenangan 2-1 pada Oktober 2025.
Namun, Australia bukan lawan yang bisa diremehkan. Label "tim rata-rata" yang disematkan beberapa pengamat AS justru menjadi bumerang. Socceroos membuktikan diri dengan kemenangan 2-0 atas Turki di laga pembuka, meski hanya menguasai 28 persen penguasaan bola.
Patrick Beach menjadi pahlawan tak terduga bagi Australia. Kiper yang menjalani debut kompetitif bersama tim nasional itu melakukan delapan penyelamatan gemilang saat menghadapi gempuran 30 tembakan Turki. Penampilan solidnya membuat lini belakang Australia sulit ditembus.
Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe menjadi pencetak gol kemenangan atas Turki. Keduanya diharapkan kembali menjadi ancaman bagi pertahanan AS yang belum benar-benar diuji setelah kebobolan satu gol dari Paraguay.
Kemenangan pada laga Jumat nanti akan membuka peluang besar bagi kedua tim untuk memastikan tempat di babak 32 besar. Atmosfer Seattle Stadium yang dipenuhi suporter tuan rumah menjadi tantangan tersendiri bagi Australia yang harus tampil disiplin dan memanfaatkan setiap peluang.