SEMARANG — Jateng Fair 2026 mengusung tema "Action for Transformation" dan menjadi etalase capaian pembangunan, inovasi, serta produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Event yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah ini berlangsung selama sepuluh hari penuh.
Salah satu pembeda tahun ini adalah kolaborasi dengan Pameran Produk Inovasi Jawa Tengah 2026. Untuk pertama kalinya, hasil riset, teknologi, dan inovasi dari masyarakat maupun pemerintah dipamerkan dalam satu ajang bersama produk unggulan daerah.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan konsep tahun ini lebih lengkap dibanding edisi sebelumnya. "Tidak hanya menjadi ruang promosi pembangunan dan produk unggulan daerah, tetapi juga menghadirkan inovasi, peluang investasi, kekayaan budaya, wahana edukasi, hiburan, hingga ruang kolaborasi," ujarnya saat ditemui usai pembukaan.
Luthfi mengajak seluruh kepala daerah di Jawa Tengah untuk ikut memiliki dan memanfaatkan Jateng Fair sebagai sarana mempromosikan potensi masing-masing. Menurutnya, peran aktif bupati dan wali kota penting untuk menarik investasi ke daerah.
"Bupati dan wali kota harus ikut mempromosikan potensi Jawa Tengah dan daerahnya agar mampu menarik investasi. Harapannya produk inovasi dan UMKM semakin berkembang sehingga perekonomian daerah ikut menggeliat," kata Luthfi.
Lewat ajang ini, pemerintah provinsi berharap kolaborasi antara inovator, pelaku usaha, dan masyarakat semakin kuat. Produk-produk UMKM yang dipamerkan diharapkan bisa menjangkau pasar lebih luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Jateng Fair 2026 di PRPP Semarang buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB selama periode 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Pengunjung bisa mengakses seluruh area pameran tanpa biaya tiket masuk.