BATANG — Percepatan digitalisasi administrasi kependudukan di Kabupaten Batang menunjukkan tren positif. Capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di kabupaten tersebut kini mendekati target 10 persen dari total penduduk wajib KTP.
Berdasarkan data Dashboard SIAK Ditjen Dukcapil Kemendagri per 12 Agustus 2026, sebanyak 62.945 warga telah mengaktifkan IKD. Angka ini setara dengan 9,75 persen dari 645.360 penduduk yang telah memenuhi syarat memiliki KTP elektronik.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Batang, Muhammad Nashruddin, optimistis capaian ini akan terus bertambah. Ia bahkan menyebut tren aktivasi di Batang lebih baik jika dibandingkan dengan perkembangan di sejumlah daerah lain.
Target 10 Persen Diprediksi Terlampaui pada Penghujung Tahun
“Di Batang sudah hampir 10 persen. Bahkan mungkin sampai akhir tahun ini sudah melebihi 10 persen,” kata Nashruddin, Rabu (12/8/2026).
Menurut Nashruddin, keberhasilan ini tidak lepas dari peran seluruh instansi pelayanan yang mulai mengintegrasikan layanan mereka dengan sistem digital. Dukungan ini dinilai penting agar masyarakat semakin merasakan manfaat praktis dari identitas kependudukan digital.
IKD sendiri berfungsi sebagai pendamping KTP elektronik yang memberikan kemudahan akses berbagai layanan administrasi kependudukan. Kehadirannya menjadi modal penting Batang dalam mendorong transformasi pelayanan publik yang lebih terintegrasi.
Komposisi Aktivasi: 33.782 Pria dan 29.163 Wanita
Dari total 62.945 aktivasi yang tercatat, sebanyak 33.782 aktivasi dilakukan oleh penduduk laki-laki. Jumlah tersebut setara dengan 5,23 persen dari total wajib KTP di Kabupaten Batang.
Sementara itu, aktivasi IKD dari penduduk perempuan mencapai 29.163 orang atau sekitar 4,52 persen. Data ini merupakan akumulasi aktivasi yang masuk hingga pertengahan Agustus 2026.
Nashruddin menambahkan, percepatan aktivasi IKD tidak cukup hanya mengandalkan sosialisasi kepada masyarakat. Dibutuhkan dukungan nyata dari berbagai instansi agar layanan berbasis digital ini semakin diminati.
“Yang namanya Identitas Kependudukan Digital itu harus support juga,” ujarnya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong adopsi teknologi di tengah masyarakat.