KUDUS — Hadi Mulyono tak bisa menyembunyikan senyum saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengunjungi rumahnya di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin lalu. Rumah yang ia tempati selama seperempat abad itu kini berdiri lebih kokoh, setelah sebelumnya menjadi langganan banjir setiap musim hujan.
Posisi rumah pria 54 tahun itu lebih rendah dari badan jalan. Air hujan selalu masuk, dinding yang dibangun dari pasir sungai mulai keropos dan mudah jebol. Sebagai buruh bangunan dengan upah Rp 100 ribu per hari, Hadi mengaku tak pernah sanggup mengumpulkan uang untuk memperbaiki rumah.
"Sudah lama ingin memperbaiki rumah, tapi mengumpulkan uang tidak pernah cukup. Bantuan ini benar-benar menolong kami," ujar Hadi kepada Gubernur Luthfi dan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, sambil menunjukkan tanda terima bantuan RTLH yang dipasang di teras rumahnya.
Hadi merupakan satu dari 254 warga Kabupaten Kudus yang menerima bantuan RTLH dari APBD Provinsi Jawa Tengah pada tahun anggaran 2025. Peresmian dilakukan secara simbolis di Balai Desa Gondangmanis. Pada 2026, Pemprov kembali mengalokasikan bantuan untuk 47 unit rumah di Kabupaten Kudus.
Penerima lain, Suhadi, juga merasakan kebahagiaan serupa. Buruh proyek itu kini bisa tinggal bersama istri dan anak keduanya di rumah yang lebih layak. "Senang sekali dapat bantuan RTLH," katanya.
Gubernur Ahmad Luthfi yang berduet dengan Wagub Taj Yasin menegaskan, program RTLH bukan sekadar memperbaiki bangunan. Ia menyebutnya sebagai stimulus untuk mereduksi angka kemiskinan. "Intervensinya tidak berhenti pada rumah layak huni, tetapi juga bantuan permodalan, pendidikan, pemenuhan gizi, hingga layanan kesehatan," kata Luthfi.
Sepanjang 2025, sebanyak 274.514 unit backlog perumahan di Jawa Tengah ditangani melalui berbagai skema: APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten/kota, CSR, hingga swadaya masyarakat. Dari jumlah itu, 17 ribu unit RTLH dibiayai APBD Provinsi Jateng. Program ini berlanjut pada 2026 dengan target 5.000 unit.
Pemerintah pusat turut mendorong melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang meningkat signifikan, dari 7.532 unit pada 2025 menjadi 30.037 unit pada 2026. Kolaborasi dengan Baznas, dunia usaha, dan perbankan juga diperluas. Pada 2025, sebanyak 4.012 unit RTLH diperbaiki lewat CSR dan Baznas. Tahun ini ditargetkan tambahan 1.550 unit yang didukung Baznas, PT Djarum, dan Bank Jateng.
Luthfi meminta pemerintah desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas aktif memantau perkembangan keluarga penerima manfaat melalui evaluasi berkala setiap tiga bulan. "Semua harus kita keroyok bersama agar kesejahteraan masyarakat meningkat dan angka kemiskinan terus menurun," tegasnya.