Penjualan Listrik PLN di Lampung Naik 9,43% Hingga Mei 2026, Jadi Sinyal Ekonomi Daerah Menggeliat

Penulis: Andi Pratama  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 21:56:31 WIB
Penjualan listrik PLN di Lampung naik 9,43% hingga Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan ekonomi daerah.

JAWA TENGAH — Pertumbuhan penjualan listrik tersebut tidak hanya terjadi di satu sektor. General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menjelaskan kenaikan kebutuhan energi terjadi merata, mulai dari rumah tangga, bisnis, industri, hingga layanan khusus.

“Tambahan penjualan listrik sebesar 232,24 GWh hingga Mei menjadi indikator positif bahwa aktivitas ekonomi di Lampung terus berkembang,” ujar Rizky dalam keterangan resmi, Selasa (30/6).

Fakta ini sekaligus mematahkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi daerah. Listrik adalah kebutuhan dasar yang konsumsinya naik seiring bertambahnya jam operasional pabrik, pusat perbelanjaan, atau pemakaian alat elektronik rumah tangga.

Digitalisasi dan Keandalan Jadi Jurus Andalan

PLN UID Lampung mengklaim pertumbuhan ini bukan sekadar keberuntungan. Rizky menyebut pihaknya terus menjaga keandalan sistem kelistrikan, memperluas akses layanan, dan menghadirkan transformasi digital untuk memudahkan pelanggan.

Dengan pasokan listrik yang stabil, iklim usaha di Lampung diharapkan semakin kondusif. Investor pun lebih percaya diri menanamkan modal karena risiko pemadaman listrik bisa ditekan.

Target Akhir Tahun: Optimistis Tumbuh Berkelanjutan

PLN UID Lampung optimistis tren positif ini akan berlanjut hingga penghujung tahun. Perseroan berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan dan keandalan pasokan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.

“PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik serta menghadirkan layanan terbaik agar kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha dapat terpenuhi secara optimal,” tegas Rizky.

Langkah ini sejalan dengan target pemerintah pusat yang menjadikan energi sebagai pengungkit utama daya saing daerah. Listrik yang andal bukan lagi sekadar penerangan, melainkan darah bagi denyut ekonomi Lampung.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top