WONOGIRI — Sebuah cincin akik berbahan monel yang mengunci jari seorang pria memaksa petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri turun tangan pada Selasa malam, 30 Juni 2026. Evakuasi berlangsung di RSUD Soediran Mangun Sumarso mulai pukul 23.30 WIB hingga sekitar 01.30 WIB.
Pasien bernama Suparno (44), warga Lingkungan Pudak RT 1 RW 5, Kelurahan Wuryantoro, Wonogiri, melaporkan bahwa cincin yang dikenakannya tidak bisa dilepaskan. Pihak rumah sakit kemudian meminta bantuan Damkar karena ruang antara cincin dan kulit jari sangat sempit.
Koordinator Lapangan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, mewakili Kepala Bidang Damkar Joko Prayitno dan Kepala Satpol PP Wonogiri Joko Susilo, menjelaskan bahwa tim Regu 1 diterjunkan untuk menangani kasus ini. “Kesalahan sekecil apa pun berpotensi melukai jari pasien,” ujarnya.
Material monel dikenal cukup kuat sehingga memerlukan teknik dan peralatan khusus agar cincin dapat dipotong tanpa membahayakan pemakainya. Proses pemotongan dan pelepasan berjalan lancar setelah koordinasi antara Damkar dan tenaga medis dilakukan secara ketat.
Damkar Wonogiri selama ini tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan. Mulai dari evakuasi hewan liar, penyelamatan korban kecelakaan, membuka akses yang terkunci, hingga membantu pelepasan cincin yang macet akibat pembengkakan jari.
Dalam laporan resminya, Damkar menyatakan evakuasi berhasil dilaksanakan dengan aman. Personel Regu 1 yang bertugas dalam operasi ini antara lain Sukatman, Ayiep Donni Listria Sakti, Aprianto Purnomo Hadi, Andrie Budi Atmojo, Effendi Agus Nugroho, Arif Prasetyo, Eko Widodo, dan Ahmad Setyo Utomo.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa benda kecil seperti cincin bisa berubah menjadi ancaman serius ketika tidak lagi bisa dilepas. Damkar Wonogiri mengimbau masyarakat agar segera meminta bantuan tenaga medis atau petugas yang memiliki peralatan khusus jika jari mulai membengkak dan cincin sulit dilepaskan.
“Jangan memaksakan memakai cincin yang sudah terasa sempit. Jika jari mulai membengkak, segera cari pertolongan agar tidak menimbulkan cedera yang lebih serius,” demikian pesan dari pihak Damkar.