SEMARANG — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar, tidak akan mengalami kenaikan di tengah penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Penegasan ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat Jawa Tengah yang sempat mengkhawatirkan dampak berantai dari fluktuasi harga minyak dunia terhadap harga bahan bakar di dalam negeri. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dengan tetap mempertahankan subsidi pada dua jenis BBM tersebut.
Menurut Bahlil, keputusan untuk tidak menaikkan harga Pertalite dan Solar merupakan arahan langsung dari Presiden. Kedua jenis BBM ini dinilai memiliki dampak signifikan terhadap biaya transportasi publik dan sektor logistik, terutama di daerah-daerah seperti Jawa Tengah yang memiliki aktivitas ekonomi padat. "Pemerintah menegaskan harga BBM subsidi tetap dipertahankan sesuai arahan Presiden," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Kamis (24/4/2025).
Kebijakan ini memastikan bahwa angkutan umum, nelayan, dan pelaku UMKM di kota-kota seperti Semarang, Solo, dan Purwokerto tidak terbebani oleh kenaikan biaya operasional. Sementara itu, harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya tetap mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh harga minyak mentah global dan nilai tukar rupiah.
Meski BBM subsidi aman, kenaikan harga Pertamax berpotensi mempengaruhi segmen pengguna kendaraan pribadi dan industri kecil yang menggunakan BBM nonsubsidi. Pemerintah daerah di Jawa Tengah diimbau untuk terus memantau stabilitas harga barang dan jasa di pasar tradisional. Namun, dengan tidak adanya perubahan pada Pertalite dan Solar, dampak inflasi diperkirakan dapat diredam.
Pemerintah pusat juga memastikan bahwa kuota distribusi BBM subsidi untuk Jawa Tengah pada tahun ini tetap mencukupi. Hal ini untuk mengantisipasi potensi peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite akibat perbedaan harga yang semakin lebar. Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan BBM dan melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi di lapangan.