Sanggar Musi Juara 1 Tari Kreasi Nusantara Sumsel, Siap Wakili ke Grand Final Real Art 2026 di Klaten

Penulis: Andi Pratama  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 08:16:39 WIB

PALEMBANG — Dari 33 peserta yang berlaga di ajang Real Art 2026 tingkat provinsi, Sanggar Musi keluar sebagai yang terbaik. Koreografi yang memadukan harmonisasi musik magis dan penghayatan karakter mendalam menjadi kunci kemenangan mereka. Lomba diikuti kategori tunggal dan rampak (berkelompok), dan Sanggar Musi sukses menyisihkan puluhan kompetitor dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Persaingan Ketat dengan 33 Peserta

Kompetisi bergengsi ini berlangsung sengit. Seluruh peserta menampilkan kreativitas terbaik, namun sinergi dan konsep yang dibawakan Sanggar Musi dinilai tak tertandingi oleh dewan juri. Hasilnya, mereka berdiri di podium tertinggi dan memegang mandat untuk mewakili Sumsel ke level nasional.

Modal Prestasi Nasional Sejak 2024

Kemenangan 2026 bukanlah kebetulan. Sanggar Musi telah memiliki rekam jejak prestasi yang solid. Dua tahun lalu, pada 2024, mereka berhasil meraih juara ketiga di ajang kebudayaan nasional yang serupa. Konsistensi dan dedikasi panjang disebut-sebut sebagai fondasi utama di balik pencapaian kali ini.

Optimisme Menuju Grand Final Real Art 2026

“Rencananya akhir tahun ini, dan kita optimis,” kata Heryandi, pemilik Sanggar Musi, saat ditemui usai pengumuman pemenang. Ia menegaskan bahwa timnya akan mempersiapkan materi tari yang lebih matang untuk menghadapi grand final di Klaten. Sanggar Musi dikenal sebagai salah satu lumbung seniman berbakat di Sumatera Selatan dengan berbagai torehan prestasi yang diperhitungkan di level nasional.

Dengan kemenangan ini, Sumatera Selatan kembali menunjukkan eksistensinya di kancah seni tari kreasi nusantara. Masyarakat setempat pun menaruh harapan besar agar Sanggar Musi mampu mengharumkan nama Bumi Sriwijaya di pentas nasional mendatang.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: sumeks.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top