Debit Air Sumur Bor Menurun dan Meteran Listrik Dilepas PLN, 570 Warga di Jepara Krisis Air Bersih

Penulis: Eko Saputro  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20:35 WIB
Warga mengantre air bersih dari BPBD Jepara di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Donorojo, Selasa (28/7/2026).

JEPARA — Krisis air bersih di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Donorojo, mulai terasa sejak 22 Juli 2026. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara, Bagus Ari Wibowo, mengidentifikasi ada dua titik utama yang menjadi sumber masalah.

Dukuh Alang-alang Ombo: Dua Sumber Gangguan Berbeda

Di RT 01 RW 04, sebanyak 65 KK atau 195 jiwa kehilangan pasokan air setelah meteran listrik Pamsimas dicabut oleh PLN. Penyebabnya, ditemukan penggunaan listrik tanpa meter (los) dan tanpa izin di instalasi pengelolaan air tersebut.

“Saat ini, proses negosiasi antara pengelola Pamsimas dengan pihak PLN masih berlangsung untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Akibatnya, distribusi air bersih kepada warga terhenti,” kata Bagus, Selasa (28/7/2026).

Sementara di RT 02 RW 04, kondisi berbeda terjadi. Sebanyak 125 KK atau 375 jiwa kesulitan air bersih karena debit air sumur bor yang semakin kecil. Sumur yang ada tak lagi mampu memenuhi kebutuhan harian warga.

Pembangunan Sumur Baru dan Bantuan Air Bersih

Untuk mengatasi masalah di RT 02 RW 04, pemerintah telah membangun sumur bor baru. “Kini tinggal menunggu proses pemasangan serta penyambungan jaringan pipa,” ujar Bagus.

Selagi menunggu perbaikan permanen, BPBD Jepara telah menyalurkan bantuan air bersih. Dropping air dilakukan dua kali dalam sepekan, masing-masing sebanyak dua tangki air bersih per pengiriman. Bantuan sudah disalurkan pada Rabu (22/7/2026) dan Jumat (24/7/2026).

“Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan dropping air bersih lanjutan apabila kebutuhan masyarakat belum dapat terpenuhi,” jelas Bagus.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top