KEBUMEN — Ratusan anak di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, tengah bersiap menampilkan atraksi paling dinantikan dalam perayaan desa tahun ini. Seni Abid, kesenian tradisional yang memadukan ketangkasan fisik dengan keindahan cahaya api, menjadi pusat perhatian dalam latihan yang digelar setiap sore.
Ketua Abid Sinar Abadi, Anung Pratama, mengungkapkan bahwa selama dua pekan terakhir para peserta berlatih tanpa menggunakan api pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Latihan dilanjutkan setiap malam Minggu dengan menggunakan obor yang telah dinyalakan untuk mematangkan gerakan.
"Selama dua minggu ini latihan sore tanpa api. Selanjutnya setiap malam Minggu anak-anak mulai berlatih menggunakan api sebagai persiapan tampil," ujar Anung.
Dari total 54 peserta yang mengikuti latihan, sebanyak 41 orang merupakan anggota baru yang sama sekali belum pernah mempelajari seni Abid. Mereka memulai latihan dari dasar, sementara sisanya adalah pemain berpengalaman yang kerap tampil di berbagai pertunjukan desa.
Para peserta berasal dari siswa tiga sekolah dasar di Desa Grenggeng, ditambah pelajar tingkat SMP dan SMA. Selain mempelajari permainan Abid, mereka juga dilatih memainkan gerakan toyak berpasangan sebagai bagian dari rangkaian atraksi.
Menjelang hari pementasan, para pemain senior akan bergabung untuk berlatih berbagai atraksi api berisiko tinggi. Rangkaian atraksi tersebut meliputi lompat tali api, lompat harimau, hingga skipping menggunakan velg yang membutuhkan keberanian dan koordinasi yang matang.
"Pada tanggal 24 nanti akan ada latihan atraksi seperti lompat harimau, skipping menggunakan velg, dan pemain senior juga mulai memantapkan latihan lompat tali api," jelas Anung.
Kesenian Abid di Desa Grenggeng sendiri telah diwariskan secara turun-temurun selama puluhan tahun. Tradisi ini rutin dipentaskan dalam berbagai kegiatan desa, terutama saat Hari Jadi Desa serta peringatan 1 Muharam atau malam Suro.
Salah seorang peserta baru, Saila Yumna, siswi kelas 4 SD, mengaku baru pertama kali mengikuti latihan Abid. Ia merasa senang dapat bergabung dan mulai menguasai berbagai gerakan dasar selama latihan.
"Saya senang ikut latihan Abid. Ini pertama kali saya ikut dan ingin segera tampil di depan masyarakat," ungkap Saila.
Para peserta kini terus berlatih dengan semangat agar dapat memberikan penampilan terbaik pada puncak peringatan Hari Kemerdekaan sekaligus Hari Jadi ke-102 Desa Grenggeng. Latihan rutin ini menjadi bukti bahwa regenerasi seni tradisional tetap berjalan di tengah gempuran budaya modern.