Nadeo Argawinata Kebobolan Tiga Gol dari Tiang Dekat, Posisinya di Timnas Indonesia Terancam

Penulis: Eko Saputro  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 22:23:01 WIB
Nadeo Argawinata kebobolan tiga gol dari tiang dekat dalam dua laga beruntun di Piala AFF 2026.

JAWA TENGAH — Dua pertandingan, tiga gol kebobolan, dan satu pola yang sama: bola masuk lewat tiang dekat. Catatan inilah yang kini membayangi Nadeo Argawinata di Piala AFF 2026. Sorotan tajam mengarah pada kiper Persija Jakarta tersebut setelah ia kembali kebobolan dua gol saat Indonesia melawan Vietnam, Senin (3/8/2026).

Momen Krusial: Dua Gol di Babak Pertama yang Mengubah Jalannya Laga

Gol pertama Vietnam lahir di menit ke-6. Nadeo salah membaca arah tendangan Nguyen Van Vi. Ia memperkirakan bola mengarah ke tiang jauh, tetapi kenyataannya bola justru meluncur deras ke tiang dekat. Indonesia pun langsung tertinggal 0-1 di awal laga.

Keputusan keliru lainnya terulang sembilan menit kemudian. Serangan balik cepat Vietnam diakhiri Nguyen Hai Long dengan penyelesaian yang kembali mengarah ke tiang dekat. Nadeo tak mampu menutup ruang tembak dengan sempurna, dan skor berubah menjadi 0-2 sebelum babak pertama usai.

Kesalahan Serupa di Laga Sebelumnya

Sebenarnya, sinyal bahaya sudah muncul sejak laga pertama melawan Kamboja, Senin (27/7/2026). Saat itu, Nadeo kurang tepat membaca arah sepak pojok dari bek kiri Chea Sokmeng. Bola berhasil menembus gawangnya, meski Indonesia tetap menang telak 5-1.

Kesalahan itu dianggap tidak berdampak besar karena skor sudah 3-0. Namun, melawan Vietnam, dua kesalahan identik di menit-menit awal membuat Timnas Indonesia berada di posisi yang sangat sulit.

Tekanan pada John Herdman dan Peluang Cahya Supriadi

Konsekuensi dari performa ini bisa berujung pada pergantian penjaga gawang. Pelatih John Herdman sebelumnya telah menunjukkan keberanian untuk mencadangkan Nadeo saat melawan Timor Leste, Jumat (27/7/2026), dengan menurunkan Cahya Supriadi.

Jika pola kebobolan dari tiang dekat ini tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin Cahya akan kembali dipercaya mengisi posisi kiper utama di partai berikutnya. Keputusan Herdman akan menjadi sorotan utama, mengingat posisi Indonesia di klasemen Grup A sangat bergantung pada hasil laga selanjutnya.

Konsistensi adalah kunci bagi seorang penjaga gawang, dan dua pertandingan beruntun dengan kesalahan fundamental yang sama jelas bukan sinyal positif. Publik kini menanti respons cepat dari Nadeo dan keputusan taktis yang diambil John Herdman untuk memperbaiki lini pertahanan Timnas Indonesia.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top