JAWA TENGAH — Galaxy Unpacked 2026 yang digelar Samsung pekan ini langsung menyita perhatian penggemar teknologi Tanah Air. Dalam acara Samsung Galaxy Unpacked Watch Party bersama detikcom, kami berkesempatan memegang langsung perangkat terbaru tersebut. Catatan penting: ini baru kesan pertama, bukan pengujian jangka panjang untuk performa dan daya tahan baterai.
Perbedaan paling terasa dari generasi sebelumnya ada di ketebalan bodi. Saat dilipat, perangkat terasa lebih ramping di genggaman dibanding pendahulunya. Samsung mengklaim ini sebagai upaya mendekati ketipisan smartphone bar biasa—dan dari kesan pertama, klaim itu tidak berlebihan.
Engsel baru terasa lebih kencang dan presisi. Tidak ada goyangan berlebih saat layar dibuka setengah, dan saat dibuka penuh, lipatan di tengah layar memang masih terlihat. Namun kedalamannya berkurang signifikan. Untuk material, frame samping terasa kokoh dan premium, standar flagship Samsung.
Pengalaman layar menjadi nilai jual utama. Panel AMOLED yang digunakan mendukung refresh rate tinggi, membuat scroll dan animasi terasa sangat mulus. Tingkat kecerahannya juga meningkat, terbaca jelas saat kami coba di bawah cahaya ruangan yang terang.
Untuk produktivitas, mode multitasking dengan layar besar masih menjadi andalan. Membuka tiga aplikasi sekaligus terasa lebih natural dengan rasio layar baru yang lebih lega. Ini jelas menyasar pengguna yang butuh perangkat untuk bekerja dan content creation di mana pun.
Fitur Galaxy AI menjadi sorotan utama dalam acara ini. Beberapa fungsi baru yang diperkenalkan terlihat menjanjikan untuk membantu produktivitas harian, terutama yang berkaitan dengan penerjemahan dan pengeditan foto. Namun, kami belum bisa memverifikasi akurasi dan kecepatan pemrosesan AI di perangkat keras final.
Perlu diingat, efektivitas AI sering kali baru terasa setelah dipakai dalam kondisi dunia nyata—macam sinyal jelek, foto orang bergerak, atau terjemahan percakapan langsung yang ribut. Semua itu butuh pengujian lebih lama di lapangan.
Selain ponsel lipat, Samsung juga memperkenalkan lini Galaxy Watch terbaru. Dari kesan awal, pelacakan kesehatan dan integrasinya dengan Galaxy AI menjadi pembeda utama. Desainnya tetap ramping di pergelangan tangan, dan layarnya terlihat lebih responsif.
Sayangnya, detail spesifikasi seperti kapasitas baterai dan jumlah sensor baru belum bisa kami konfirmasi secara pasti dari acara ini. Untuk pemantauan kesehatan yang akurat, biasanya kami menunggu hasil uji mandiri selama setidaknya seminggu pemakaian.
First impression Galaxy Foldable dan Watch Series 2026 sangat positif. Desain tipis, engsel rapi, dan kecerdasan AI yang lebih matang adalah daya tarik utama. Perangkat ini jelas ditujukan untuk profesional yang menginginkan produktivitas maksimal dalam satu genggaman.
Namun, keputusan untuk mengeluarkan uang puluhan juta rupiah sebaiknya menunggu hasil review mendalam kami, terutama untuk uji baterai dan performa gaming. Pantau terus kanal kami untuk pembahasan lengkapnya.