SOLO — Mesin politik menuju Pemilu 2029 mulai bergerak di Jawa Tengah. Relawan Gibran Penerus Jokowi (GPJ) memastikan organisasinya bangkit kembali setelah sempat vakum, dengan modal 130 ribu anggota yang siap dikerahkan untuk memenangkan Gibran Rakabuming Raka pada kontestasi nasional mendatang.
Kepastian ini mengemuka setelah sejumlah pengusaha sound horeg asal Jawa Tengah dan Jawa Timur bertemu langsung dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Selasa (11/8/2026). Selain bersilaturahmi, rombongan tersebut datang untuk meminta arahan politik ke depan.
Kehadiran bos-bos sound horeg dalam pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni. Ketua Umum GPJ, Joko Loreng, menegaskan bahwa kelompok usaha hiburan rakyat ini kini resmi menjadi bagian dari basis relawan yang ditampung di organisasinya.
"Dari semua lini kami tampung, seperti tim horeg. Ada dari Aeromax, Pak Brewok, Pak Soni dari wilayah Jatim. Dari Jateng yang Aeromax," jelas Joko Loreng saat ditemui di Solo.
Ia menambahkan, pertemuan dengan Jokowi kali ini hanya bersifat silaturahmi dan penjajakan. Namun, ada pesan tersirat yang disampaikan orang nomor satu di Indonesia periode 2014-2024 itu kepada para relawan.
"Ya ngobrol-ngobrol saja, silaturahmi. Minta arahan juga dari bapak, dari bapak suruh nunggu dulu," ungkapnya menirukan pesan Jokowi.
Joko Loreng menekankan bahwa GPJ bukan organisasi dadakan. Kelompok ini sudah eksis sejak lama dan kini diaktifkan kembali untuk menghadapi tahapan Pemilu 2029. Ia mengklaim kekuatan massa yang dimiliki partainya cukup signifikan.
"GPJ ini sudah lama. Ini aktif lagi untuk persiapan 2029 nanti. Untuk anggota GPJ itu sudah mencapai 130 ribu dan mereka siap semua," tegasnya.
Dengan jumlah tersebut, GPJ optimistis mampu menjadi lini terdepan dalam menggalang dukungan akar rumput, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang selama ini menjadi lumbung suara.
Sementara itu, perwakilan pengusaha sound horeg, Devid, mengungkapkan isi pembicaraan dengan Jokowi. Ia menyebut kunjungan mereka bertujuan untuk meminta petunjuk mengenai langkah politik ke depan, terutama terkait dukungan kepada Gibran.
"Ya kunjungan kami ke sini, yang pertama silaturahmi. Yang kedua, kami kan kemarin sempat mendukung untuk kegiatan Mas Gibran. Sedangkan yang ketiga, kita mohon arahan petunjuk dari beliau ke depan seperti apa," terang Devid.
"Kami tetap solid dari tim horeg. Kita menunggu petunjuk dari beliau ke depan seperti apa," lanjutnya.
Usai pertemuan, rombongan pengusaha sound horeg membentangkan kaos bertuliskan "Gibran Penerus Jokowi (GPJ)" sebagai simbol deklarasi dukungan. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Jokowi atas dedikasinya membangun Indonesia selama satu dekade terakhir.