SEMARANG — Beragam warna pastel dan polkadot kini menghiasi tembok-tembok Kampung Wonodri, RT 04 RW 11, Semarang Selatan. Gambar tokoh pewayangan, presiden, pahlawan nasional, hingga angka 81 tampil memadukan semangat kemerdekaan dengan kekayaan budaya Nusantara di lingkungan permukiman warga tersebut.
Kegiatan menghias kampung ini bukan sekadar kerja bakti tahunan. Panitia PKK setempat, Adelia Nurul Kharisma, menjelaskan dekorasi tahun ini mengusung konsep "Warna-Warni Kampungku" yang merepresentasikan keberagaman warga. Lingkungan tersebut dihuni oleh penduduk dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Padang, NTT, hingga Flores.
Pemilihan warna cerah dan pastel pada lukisan dinding bukan tanpa makna. Warna-warna tersebut dipilih untuk menggambarkan suasana kehidupan warga yang diharapkan selalu ceria dan guyub.
"Warna pastel ini melambangkan warga RT 04 yang selalu ceria dan bahagia. Dari anak-anak sampai yang sepuh saling guyub dan merangkul," ujar Adelia.
Konsep polkadot yang awalnya hanya direncanakan pada bagian tertentu akhirnya diperluas setelah mendapat persetujuan warga. Keputusan ini diambil dalam proses desain awal yang dibahas oleh tim inti sebelum disosialisasikan kepada seluruh warga.
Di balik kemeriahan warna, terdapat gambar presiden dan pahlawan nasional yang sengaja dilukis di dinding kampung. Adelia mengatakan gambar tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para tokoh yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Sementara itu, kehadiran tokoh pewayangan memiliki pesan tersendiri bagi warga. Tokoh-tokoh tersebut menjadi pengingat agar setiap warga senantiasa menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
"Gambar presiden dan pahlawan untuk mengenang jasa dan perjuangan mereka. Kalau tokoh pewayangan menjadi pengingat agar kita berperilaku, bersikap, dan berucap dengan baik dalam menghadapi kehidupan," jelasnya.
Proses menghias kampung yang berlangsung sejak awal Juni 2026 ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, hingga anak-anak turun langsung mengambil kuas dan mewarnai bagian-bagian yang telah disiapkan panitia.
Keterlibatan anak-anak dalam proses pewarnaan menjadi perhatian khusus panitia. Mereka diberi ruang untuk berkreasi, sehingga nilai gotong royong dan cinta tanah air dapat ditanamkan sejak dini.
Dengan adanya dekorasi bertema kemerdekaan ini, Kampung Wonodri tidak hanya tampil lebih indah, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang sarat makna perjuangan dan kebhinekaan bagi warganya.