JAWA TENGAH — Kabar penutupan ini pertama kali dilaporkan oleh GameFile dan dikonfirmasi langsung oleh juru bicara Netflix. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa game tetap menjadi prioritas, hanya saja pendekatannya akan diubah. “Kami melihat ada peluang untuk lebih fokus dalam eksekusi kami, jadi kami melakukan perubahan organisasi pada bisnis ini agar sesuai dengan prioritas tersebut,” ujar juru bicara tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan berbakat yang kami lepas hari ini. Game terus menjadi peluang bagi kami untuk memperluas variasi hiburan yang kami tawarkan kepada member Netflix.”
Yang membuat situasi ini terasa janggal adalah momentumnya. Night School Studio baru saja merilis Unhinged pada 30 Juni lalu. Game horor naratif first-person yang digarap bersama sutradara film Weapons, Zach Cregger, ini dibintangi aktor-aktris papan atas seperti Sadie Sink dan Zoë Kravitz. Para kritikus menyambutnya sebagai petualangan “pilih jalan cerita” yang seru dan menegangkan.
Seorang mantan staf Night School yang terlibat langsung dalam pengembangan Unhinged mengungkapkan kekecewaannya lewat LinkedIn. “Meskipun mengarahkan Unhinged dan merilisnya 6 minggu lalu untuk jutaan pemain yang antusias dan puas, tampaknya saya kembali mencari kerja (bersama seluruh tim Night School Studio)!” tulisnya. “Saya sangat bangga dengan apa yang kami capai, dan jutaan orang setuju bahwa kami membuat produk yang hebat! Lanjut ke hal menarik berikutnya!”
Penutupan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Netflix juga menutup Team Blue pada 2024, studio yang didirikan pada 2022 namun belum sempat merilis game apa pun. Kemudian pada 2025, giliran Boss Fight Entertainment yang ditutup setelah beberapa kali merilis game sejak diakuisisi pada 2022. Saat itu, Netflix menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi “lebih sedikit tapi lebih fokus” pada beberapa vertikal yang sudah diidentifikasi.
Meski banyak studio ditutup, Netflix masih optimistis dengan performa divisi gamenya. Dalam panggilan investor Juli 2026, co-CEO Netflix Greg Peters mengungkapkan bahwa Unhinged menjadi salah satu debut cloud game paling sukses. “Angkanya sangat solid dan menempatkannya di jajaran teratas performa game untuk kami,” kata Peters. “Kami baru menggores permukaan dalam hal potensi total yang kami pikir bisa diraih dari ruang ini. Anda akan melihat kami terus mengkalibrasi dan menyempurnakan tingkat investasi di sini, yang masih sangat kecil dibandingkan belanja konten kami secara keseluruhan.”
Pertanyaan besar yang kini mengemuka di komunitas adalah soal keberlanjutan game-game besutan studio yang ditutup, terutama Oxenfree dan Oxenfree 2. Meski server game single-player seperti ini biasanya tidak terpengaruh oleh penutupan studio, status franchise dan potensi sekuelnya kini menggantung. Netflix sendiri belum memberikan pernyataan resmi soal masa depan IP (kekayaan intelektual) milik Night School.
Yang jelas, keputusan ini menandai perubahan arah yang signifikan. Netflix tampaknya tidak lagi mengejar kuantitas rilis, melainkan hanya akan berinvestasi pada proyek yang terbukti memberikan dampak besar pada retensi pelanggan. Bagi pengembang indie yang berkolaborasi dengan platform streaming, ini menjadi sinyal bahwa tekanan untuk menghasilkan hit besar kini semakin tinggi.