JAWA TENGAH — Jakarta — Ekosistem perdagangan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan korporasi besar. SVP Strategic Technology Initiatives Danantara, Ariya Sanjaya, menegaskan bahwa rantai perdagangan nasional yang sehat membutuhkan keterlibatan semua elemen, mulai dari penjual, pembeli, perbankan, hingga jasa logistik dan asuransi. Dalam kerangka itulah, peran UMKM menjadi krusial karena merekalah penopang utama perekonomian nasional.
"Jadi dalam ekosistem perdagangan nasional itu banyak elemen. Ada penjual, ada pembeli, ada perbankan sebagai support dari pembiayaan," kata Ariya di Jakarta, Kamis (13/2).
Menurutnya, keterlibatan UMKM dalam rantai pasok BUMN bukan sekadar wacana. Ada mekanisme nyata yang bisa dioptimalkan, salah satunya melalui anggaran pengadaan perusahaan-perusahaan negara.
Ariya mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berdiskusi serius dengan jajaran direksi BUMN untuk mengalokasikan porsi pengadaan bagi UMKM. Hal ini dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tidak timpang dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
"Kami berdiskusi bagaimana pengadaan di BUMN itu bisa kita anggarkan untuk UMKM. Ini challenge bersama, bagaimana industri kita tumbuh," ujarnya.
Ia menambahkan, dengan ekosistem perdagangan yang inklusif, pemerataan ekonomi bukan lagi sekadar jargon. UMKM yang selama ini menjadi bantalan ekonomi saat krisis punya peluang lebih besar untuk naik kelas jika mendapat akses pasar yang pasti.
Salah satu implementasi nyata dari dorongan ini adalah keberadaan platform PaDi UMKM. Dikelola oleh PT Telkom Indonesia sebagai agregator, platform digital ini mempertemukan langsung UMKM dengan kebutuhan belanja BUMN. Tujuannya jelas: mempercepat transaksi, memangkas biaya, dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan.
Transformasi PaDi UMKM dinilai strategis karena platform ini mengutamakan produk dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Artinya, setiap transaksi yang terjadi di PaDi secara langsung turut menggerakkan pabrik-pabrik lokal dan menyerap tenaga kerja di dalam negeri.
"PaDi UMKM adalah salah satu bagian dari ekosistem dari BUMN. Sebagaimana mandat Danantara, bagaimana aset BUMN itu bisa kita optimasi, terutama juga potensi yang ada di PaDi," jelas Ariya.
Langkah Danantara ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat hilirisasi dan kemandirian industri. Dengan memastikan uang negara yang beredar di BUMN kembali mengalir ke sektor usaha kecil, maka efek gandanya terhadap penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan akan jauh lebih besar dibandingkan jika belanja hanya berputar di antara konglomerasi besar.