5 Capaian Kinerja Pemprov Jateng di Hari Jadi ke-81: Ekonomi Tumbuh 5,80 Persen hingga Investasi Rp 48,54 Triliun

Penulis: Andi Pratama  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:54:01 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (15/8/2026).

SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah mengakhiri peringatan Hari Jadi ke-81 dengan sederet catatan kinerja ekonomi yang tumbuh di atas rata-rata nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,80 persen secara kumulatif pada paruh pertama 2026, sementara kontribusinya terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 8,19 persen.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, menyebut capaian itu menempatkan provinsi ini sebagai kontributor perekonomian terbesar keempat secara nasional. Kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian Pulau Jawa sendiri mencapai 14,50 persen.

Angka Kemiskinan Turun 81 Ribu Orang dalam Setahun

Perbaikan ekonomi diiringi penurunan jumlah penduduk miskin yang konsisten. Pada Maret 2026, tercatat 3,29 juta orang atau 9,21 persen dari total penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Angka ini berkurang 59.390 orang dibandingkan September 2025, dan turun 81.250 orang dibandingkan Maret 2025.

"Secara persentase, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah turun 0,18 persen dibanding September 2025 yang tercatat 9,39 persen, dan berkurang 0,27 persen dibanding Maret 2025 yang masih pada angka 9,48 persen," kata Ali dalam siaran pers, Sabtu (15/8/2026).

Investasi Semester I 2026 Serap 213 Ribu Tenaga Kerja

Melesatnya pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan realisasi investasi yang mencapai Rp 48,54 triliun pada Semester I 2026. Dana tersebut berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 213.217 orang dari total 55.989 unit proyek.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, merinci realisasi tersebut berasal dari penanaman modal triwulan I sebesar Rp 23,02 triliun dan triwulan II sebesar Rp 25,53 triliun. Ia menegaskan pertumbuhan triwulan II meningkat 10,88 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen dari triwulan pertama," ujarnya.

Investasi Asing Dominasi, Kawasan Industri Baru Disiapkan

Dari total realisasi tersebut, penanaman modal asing (PMA) mendominasi dengan nilai Rp 25,92 triliun atau 53,40 persen. Sisanya, penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp 22,62 triliun atau 46,60 persen. Untuk menjaga momentum, Pemprov Jateng mulai mendorong daerah-daerah mengembangkan kawasan industri guna memastikan ketersediaan infrastruktur bagi investor.

Gubernur: Kolaborasi Kunci Membangun Jateng

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Ia mengusung semangat collaborative government atau pemerintahan kolaboratif dengan menggandeng perguruan tinggi, pengusaha, tokoh agama, hingga media.

"Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi (Jateng) dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, (maka) collaborative government harus kita ciptakan," lanjutnya.

Semangat itu selaras dengan tema Hari Jadi ke-81 Jateng, "Gumregut Nyawiji", yang berarti kolaborasi dan gotong royong. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menjelaskan filosofi ini bermakna kerja bersama membangun Jawa Tengah.

"Semangatnya adalah bareng-bareng membangun Jawa Tengah. Ini selaras dengan arahan Pak Gubernur, bahwa kita harus berkolaborasi dengan semua pihak," kata dia.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top