SEMARANG — Layanan kereta api aglomerasi KA Joglosemarkerto mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang dua digit pada paruh pertama tahun ini. Data KAI Daop 4 Semarang menunjukkan 730.576 pelanggan menggunakan layanan tersebut di lintas Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang Januari–Juni 2026.
Angka itu naik 10,29 persen dibandingkan 662.409 pelanggan pada semester I 2025. Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal kuat kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat di koridor kota-kota besar Jawa Tengah.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan peran kereta api sebagai tulang punggung perjalanan antarkota di kawasan dengan mobilitas tinggi. Koridor Jogja-Solo-Semarang-Purwokerto menjadi salah satu jalur dengan pergerakan masyarakat dan kegiatan ekonomi paling padat di Pulau Jawa.
“Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api regional yang menghubungkan berbagai pusat kegiatan di Jawa Tengah dan DIY,” kata Luqman dalam keterangan resminya, Selasa (21/1/2026).
KA Joglosemarkerto beroperasi dengan pola relasi lingkar yang menghubungkan Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Kutoarjo, Kroya, Kebumen, serta sejumlah kota penyangga lainnya. Layanan ini dirancang tanpa perpindahan moda di tengah perjalanan, sehingga penumpang bisa mencapai tujuan secara langsung.
Keberadaan kereta ini memberi alternatif bagi warga yang hendak bekerja, belajar, mengurus keluarga, hingga aktivitas wisata. Masyarakat yang biasanya bergantung pada kendaraan pribadi atau bus kini punya pilihan perjalanan yang lebih terintegrasi antardaerah.
Rute yang melintasi jalur utara, tengah, hingga selatan Jawa Tengah ini juga menjangkau wilayah penyangga yang selama ini kurang terlayani transportasi massal. Hal ini menjadi penting di tengah padatnya lalu lintas darat pada jam-jam sibuk.
KAI Daop 4 Semarang menyatakan akan terus memperkuat layanan ini. Langkah yang disiapkan mencakup evaluasi pola operasi, peningkatan mutu pelayanan, optimalisasi kapasitas angkut, dan penyediaan fasilitas yang lebih memudahkan pelanggan.
“KAI Daop 4 Semarang berkomitmen terus menghadirkan layanan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap kereta api dapat menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota secara aman, nyaman, tepat waktu, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pertumbuhan penumpang ini juga menjadi sinyal bagi KAI untuk menyesuaikan kapasitas dan layanan dengan kebutuhan pengguna. Bagi masyarakat Jawa Tengah dan DIY, KA Joglosemarkerto bukan sekadar moda transportasi, melainkan penghubung aktivitas antarwilayah—dari kawasan pendidikan di Yogyakarta dan Solo, pusat pemerintahan serta bisnis di Semarang, sampai simpul perdagangan dan pariwisata di Purwokerto, Pekalongan, Tegal, Kebumen, dan Kutoarjo.