SEMARANG — Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digagas Pemprov Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen terus menunjukkan perluasan jangkauan. Hingga 13 Agustus 2026, layanan ini telah digelar sebanyak 1.553 kali di 1.378 desa yang tersebar di 465 kecamatan pada 35 kabupaten/kota.
Inisiatif yang mulai bergulir pada Maret 2025 ini dirancang untuk menjawab persoalan klasik warga desa: jarak tempuh yang jauh dan biaya transportasi yang mahal untuk sekadar bertemu dokter spesialis di rumah sakit kota.
Retno, warga Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, sempat menghentikan pengobatan anaknya yang mengalami gangguan pembekuan darah di otak. Jarak 36 kilometer menuju rumah sakit terdekat menjadi tembok besar, apalagi ia tidak memiliki kendaraan pribadi.
Harapan muncul saat layanan Speling digelar di balai desa pada Kamis, 30 Juli 2026. Anaknya akhirnya bisa kembali menjalani pemeriksaan dengan dokter spesialis saraf tanpa harus meninggalkan desa.
"Saya terbantu. Kendala kami memang tidak punya kendaraan, jadi sempat berhenti berobat. Dari sini kami bisa berobat lagi," tuturnya.
Cerita serupa datang dari Kabupaten Kendal. Jamsari, warga Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, datang tertatih ke lokasi Speling setelah 15 tahun hidup dengan diabetes. Ia sempat lalai kontrol karena biaya sekali berobat mencapai Rp450 ribu.
"Saya kira sudah sembuh, ternyata kaki sampai luka karena efek gula," ujarnya. Kehadiran Speling memberinya akses konsultasi dokter spesialis tanpa beban biaya yang selama ini memberatkan.
Di Kabupaten Banyumas, manfaat program ini dirasakan Feni Anindya (16), siswi SMA Negeri 2 Purwokerto. Ia memanfaatkan layanan kesehatan jiwa untuk berkonsultasi dengan psikolog terkait kebingungan menentukan jurusan kuliah.
"Alhamdulillah setelah berkonsultasi jadi lebih ada gambaran. Saya berharap program ini bisa dilaksanakan lagi," katanya.
Pemeriksaan ibu hamil menjadi salah satu prioritas utama dalam program ini. Hingga awal Agustus 2026, pemeriksaan antenatal care telah dilakukan terhadap 15.848 ibu hamil. Dari jumlah tersebut, 12.537 orang dinyatakan dalam kondisi normal, sementara 3.311 lainnya memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
Selain itu, layanan Speling juga mencakup skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan kanker serviks, serta pelayanan kesehatan balita untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Seluruh layanan ini diberikan gratis dengan syarat cukup menunjukkan kartu identitas. Lokasi pelayanan yang dipusatkan di balai desa membuat warga tidak lagi mengeluarkan biaya transportasi besar untuk memperoleh layanan dokter spesialis.