Mahasiswa KKN Undip Latih 9 Anggota UMKM GilBarJu Sragen Operasikan Mesin Spinner Ikan Pethek Krispi

Penulis: Budi Santoso  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:12:31 WIB
Mahasiswa KKN Tematik Undip memberikan pelatihan pengoperasian mesin spinner kepada sembilan anggota UMKM GilBarJu di Balai Desa Gilirejo Baru, Sragen, pada 10 Juli 2026.

SRAGEN — Mesin spinner yang baru tiba pada awal Juli lalu sempat membuat para anggota UMKM Gilirejo Baru Maju (GilBarJu) kebingungan. Pasalnya, alat peniris minyak tersebut belum pernah mereka gunakan sebelumnya. Kondisi ini mendorong mahasiswa KKN Tematik 76 Undip Fakultas Teknik untuk turun tangan memberikan pelatihan langsung di Balai Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri.

Kegiatan yang digelar pada 10 Juli 2026 ini tidak hanya berisi teori. Mahasiswa mendampingi para anggota secara praktik langsung, mulai dari memeriksa mesin sebelum dipakai, mengoperasikan, hingga membersihkannya setelah proses produksi selesai.

Mesin Baru, Ibu-ibu Masih Awam

Tarmuji, Koordinator Desa Gilirejo Baru, mengungkapkan bahwa mesin spinner merupakan fasilitas baru yang diterima pada 8 Juli 2026. Para anggota UMKM yang mayoritas ibu-ibu belum terbiasa dan belum mengetahui secara pasti cara mengoperasikan serta merawatnya.

“Mesin spinner ini merupakan fasilitas yang baru masuk pada 8 Juli 2026. Ibu-ibu masih belum terbiasa dan belum mengetahui dengan pasti cara mengoperasikan serta merawatnya,” ujar Tarmuji saat diskusi awal dengan mahasiswa.

Dari hasil diskusi tersebut, mahasiswa juga mengetahui bahwa ketersediaan alat pelindung diri, khususnya masker, masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi. Menjawab hal itu, tim KKN menyerahkan bantuan berupa satu unit kabel roll dan dua kotak masker untuk menunjang kelancaran produksi.

Praktik Langsung: Dari Pemeriksaan Hingga Pembersihan Mesin

Materi yang disampaikan mahasiswa dirancang sesederhana mungkin. Mereka menjelaskan tata cara pemeriksaan kondisi mesin sebelum digunakan, batas kapasitas bahan yang aman, hingga proses pembersihan dan perawatan setelah mesin selesai dipakai. Metode demonstrasi dipilih agar para anggota bisa melihat langsung prosedur yang benar sekaligus memahami potensi kesalahan yang dapat mengganggu keamanan dan kinerja mesin.

Setelah sesi sosialisasi, pendampingan dilanjutkan dengan praktik memproduksi ikan pethek krispi. Mahasiswa Fakultas Teknik mengarahkan anggota UMKM secara bertahap, mulai dari proses pengeringan menggunakan spinner hingga tahap pembersihan mesin. Perawatan rutin ini ditekankan agar performa mesin tetap terjaga untuk produksi jangka panjang.

Penerapan K3 di Area Produksi

Edukasi yang diberikan tidak hanya sebatas teknis mesin. Mahasiswa juga menekankan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan produksi. Para anggota diedukasi tentang penggunaan alat pelindung diri, menjaga kebersihan dan kerapian area produksi, memastikan keamanan kabel serta sumber listrik, dan menjalankan setiap tahapan produksi sesuai prosedur.

Warsiti, Koordinator UMKM GilBarJu, menyambut positif kegiatan pendampingan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN Undip sangat membantu para anggota yang sebelumnya masih awam menggunakan mesin baru tersebut.

“Dengan pendampingan dari mahasiswa KKN Undip, ibu-ibu jadi lebih mudah memahami cara menggunakan mesin spinner. Mesinnya masih baru, jadi sebelumnya kami memang masih awam menggunakannya,” kata Warsiti.

Ke depan, pendampingan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan teknis saja. Kebiasaan kerja yang lebih aman dan tertib diharapkan mampu membuat proses produksi ikan pethek krispi di UMKM GilBarJu berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top