KKN-T 76 UNDIP Dampingi UMKM GilBarJu Sragen Terapkan Higiene Produksi Pethek Krispi, Ini Fokusnya

Penulis: Deni Kurniawan  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:24:01 WIB
Mahasiswa KKN-T 76 UNDIP mendampingi UMKM GilBarJu di Sragen menerapkan higiene dan sanitasi produksi pethek krispi pada 14 Juli 2026.

SRAGEN — Praktik kebersihan dalam pengolahan pangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Kondisi itu pula yang ditemukan pada UMKM Gilirejo Baru Maju (GilBarJu) di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, yang tengah mengembangkan produk olahan ikan lokal berupa pethek krispi.

Meski standar operasional prosedur (SOP) higiene dan sanitasi sebenarnya sudah tersedia, penerapannya di lapangan dinilai belum konsisten. Hal ini menjadi dasar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 76 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar edukasi dan pendampingan penerapan higiene dan sanitasi produksi pada 14 Juli 2026.

Praktik Kebersihan yang Masih Perlu Dibenahi

Koordinator UMKM GilBarJu, Warsiti, mengakui bahwa konsistensi anggota dalam menerapkan SOP kebersihan masih lemah. Ia berharap pendampingan dari mahasiswa mampu mengubah kebiasaan tersebut.

"SOP terkait higiene dan sanitasi sebenarnya sudah tersedia, tetapi penerapannya oleh anggota UMKM masih belum berjalan secara konsisten. Dengan adanya edukasi dan pendampingan ini, kami berharap setiap anggota dapat lebih memahami pentingnya kebersihan serta mampu menerapkannya selama proses produksi," ujar Warsiti.

Dari Cuci Tangan hingga Cegah Kontaminasi Silang

Materi yang disampaikan kepada para anggota UMKM mencakup aspek mendasar produksi pangan yang aman. Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP itu memperkenalkan pentingnya higiene personal, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, dan tidak mengenakan perhiasan saat menangani produk.

Penggunaan alat pelindung diri (APD) juga menjadi sorotan. Masker, celemek, penutup kepala, dan sarung tangan diperkenalkan sebagai perlengkapan wajib selama proses produksi berlangsung.

Selain kebersihan personal, pendampingan menekankan sanitasi peralatan, bahan baku, dan lingkungan produksi. Anggota UMKM juga dibekali pemahaman tentang kontaminasi silang, yakni potensi perpindahan kotoran, mikroorganisme, atau benda asing dari satu sumber ke produk pangan lainnya.

Pendampingan Langsung Saat Produksi

Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian teori. Mahasiswa KKN-T 76 UNDIP turun langsung mendampingi proses produksi untuk memberikan arahan praktik kebersihan yang benar.

Pendekatan ini dinilai penting agar anggota UMKM tidak hanya memahami konsep higiene, tetapi juga melihat bagaimana prinsip tersebut diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Dengan begitu, risiko kontaminasi dari bahan baku hingga produk akhir bisa diminimalkan.

Apresiasi Pemerintah Desa

Kepala Desa Gilirejo Baru, Supratikno, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T 76 UNDIP. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha pangan lokal di desanya.

"Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi UMKM GilBarJu, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai higiene dan sanitasi. Kami berharap edukasi yang diberikan mahasiswa KKN-T 76 dapat diterapkan oleh anggota UMKM dalam kegiatan produksi sehingga produk yang dihasilkan semakin baik dan berkualitas," kata Supratikno.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, diharapkan penerapan higiene dan sanitasi tidak sekadar menjadi pengetahuan baru, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dalam setiap tahapan produksi UMKM GilBarJu. Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat keberlangsungan usaha pangan lokal di Desa Gilirejo Baru agar produknya semakin dipercaya konsumen.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top