KENDAL — Ibu-ibu PKK di Desa Pegandon, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, mendapat pendampingan pengembangan usaha rumahan berbasis digital dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026. Program bertajuk "Pemberdayaan Perempuan PKK Melalui Bisnis Rumah Tangga Digital" ini dirancang untuk mendorong para ibu tetap produktif secara ekonomi dari rumah.
Kegiatan yang menyasar pelaku maupun calon pelaku usaha rumahan ini berlangsung sejak pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus 2026. Selain membuka peluang pendapatan tambahan, program ini diharapkan memperkuat kapasitas UMKM lokal dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi yang digelar bersamaan dengan pertemuan rutin PKK di Aula Balai Desa Pegandon. Dalam sesi tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi tentang peluang bisnis rumahan serta strategi membangun motivasi berwirausaha.
Peserta juga mendapat edukasi teknis seputar pengemasan produk agar lebih menarik saat dipasarkan melalui media sosial. Mahasiswa memperkenalkan cara membangun kehadiran usaha di platform digital, menyusun konten promosi, hingga memanfaatkan Google Maps untuk memudahkan pelanggan menemukan lokasi usaha.
Layanan pembayaran QRIS turut diperkenalkan sebagai metode transaksi yang lebih praktis. Para peserta dibekali pula pemahaman tentang keamanan bertransaksi di ruang digital. Seluruh materi dirangkum dalam modul yang dibagikan agar bisa dipelajari kembali secara mandiri.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi, saat sejumlah ibu aktif bertanya tentang pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi. Dari kegiatan ini, mahasiswa KKN menawarkan pendampingan intensif bagi pelaku UMKM yang membutuhkan penguatan bisnis. Rayya Asta Catering milik Taeba, yang akrab disapa Bu Tata, menjadi usaha yang mengikuti pendampingan tersebut.
Hasil survei awal menemukan sejumlah aspek yang perlu dibenahi pada usaha katering tersebut. Beberapa di antaranya adalah belum adanya buku menu dan daftar harga, pencatatan keuangan yang belum terstruktur, media sosial yang tidak aktif, serta logo dan kemasan yang masih konvensional.
Mahasiswa KKN kemudian membantu menyusun buku menu yang dilengkapi foto produk, harga, deskripsi makanan, dan informasi alergen. Buku ini diharapkan meningkatkan profesionalitas usaha sekaligus memudahkan pelanggan memilih produk.
Pembukuan sederhana juga dibuatkan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih terukur. Dari sisi branding, mahasiswa membantu pembuatan logo usaha, akun Instagram beserta konten awalnya, serta memberikan pemahaman cara mengelola media sosial secara konsisten untuk promosi.
Aspek higienitas dalam proses produksi makanan juga menjadi perhatian dalam pendampingan ini. Hal ini dinilai krusial bagi usaha katering karena berkaitan langsung dengan kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi pelanggan.
Koordinator KKN Desa Pegandon, Kamila Eka Noviandini, menyampaikan bahwa program ini bertujuan memberdayakan pelaku UMKM rumahan yang mayoritas dikelola ibu rumah tangga. Ia berharap pendampingan ini dapat mengembangkan usaha Bu Tata dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu PKK lain untuk memulai bisnis serupa.