Windows 11 Segera Punya Menu Klik Kanan yang Bisa Dikustomisasi, Termasuk Tampilan Vertikal ala Windows 10

Penulis: Budi Santoso  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 01:11:04 WIB
Menu klik kanan Windows 11 segera hadirkan opsi kustomisasi melalui aplikasi Settings.

JAWA TENGAH — Pengguna Windows 11 yang merasa menu klik kanan bawaan sistem terlalu berantakan atau lambat punya alasan untuk menantikan pembaruan berikutnya. Microsoft dikabarkan sedang menyiapkan sistem kustomisasi menu konteks yang jauh lebih dalam, dan bocoran dari build pratinjau terbaru menunjukkan fitur tersebut sudah bisa dicoba. Temuan ini pertama kali diungkap oleh phantomofearth dan diuji langsung oleh tim Windows Central.

Perubahan paling terlihat adalah munculnya opsi "Customize" di bagian bawah menu klik kanan. Setelah dipilih, pengguna akan diarahkan ke aplikasi Settings untuk mengatur berbagai aspek menu tersebut. Ini adalah langkah besar karena selama ini pengaturan menu konteks di Windows 11 nyaris tidak ada, memaksa pengguna bergantung pada utilitas pihak ketiga seperti Nilesoft Shell atau modifikasi registry.

Apa Saja yang Bisa Diatur?

Panel kustomisasi baru ini menyediakan sejumlah toggle yang bisa diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai kebutuhan. Opsi yang tersedia antara lain:

  • Send to Printer
  • Create shortcut
  • Copy as path
  • Rotate image
  • App extensions
  • Arrange primary actions inline
  • Keep cloud storage actions in their own section

Dengan toggle ini, pengguna bisa menyembunyikan aksi yang tidak pernah dipakai, sehingga menu klik kanan terasa lebih ringkas dan cepat diakses. Aksi yang disembunyikan tidak akan muncul lagi sampai pengguna mengaktifkannya kembali dari menu Settings.

Kembalikan Tampilan Vertikal ala Windows 10

Salah satu fitur yang paling dinanti adalah opsi untuk mengubah tata letak aksi utama seperti cut, copy, dan paste. Secara default di Windows 11, tombol-tombol ini tampil horizontal di bagian atas menu. Dengan opsi baru, pengguna bisa mengembalikannya ke bentuk daftar vertikal seperti yang ada di Windows 10 dan versi sebelumnya.

Perubahan ini signifikan bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan alur kerja Windows 10. Posisi ikon yang vertikal di samping label teks terasa lebih natural bagi sebagian orang, terutama yang sering menggunakan menu klik kanan untuk operasi file cepat.

Default Baru yang Lebih Bersih

Menariknya, Microsoft juga mengubah perilaku default menu konteks. Pada pembaruan ini, sebagian besar aksi dinonaktifkan secara otomatis. Artinya, menu klik kanan akan terasa jauh lebih ringan sejak pertama kali digunakan. Pengguna yang membutuhkan aksi tertentu harus masuk ke menu kustomisasi untuk menambahkannya kembali.

Pendekatan ini berbeda dari sebelumnya, di mana semua opsi muncul sekaligus dan membuat menu terasa penuh. Dengan default yang lebih minimalis, Microsoft mencoba menyeimbangkan kecepatan akses dengan kelengkapan fitur. Menu konteks lama ala Windows 10 masih tetap tersedia, meski tidak lagi muncul sebagai opsi default. Pengguna yang ingin mengaksesnya perlu mengaktifkannya secara manual melalui pengaturan.

Microsoft Akhirnya Mendengar Keluhan Pengguna

Kehadiran opsi kustomisasi ini menandakan Microsoft mulai serius menanggapi kritik terhadap menu konteks Windows 11 yang sempat dianggap kurang intuitif. Sejak dirilis pada 2021, menu klik kanan Windows 11 memang menuai keluhan karena menyembunyikan banyak fungsi di balik tombol "Show more options" yang terasa seperti langkah mundur.

Dengan sistem baru ini, pengguna tidak perlu lagi membuka menu tersembunyi untuk mencari perintah tertentu. Semua bisa diatur langsung dari Settings, dan perubahan yang dibuat akan langsung diterapkan ke menu konteks. Belum ada informasi apakah opsi untuk menjadikan menu konteks lama sebagai default akan ditambahkan di kemudian hari.

Pengumuman resmi dari Microsoft diperkirakan akan hadir dalam satu hingga dua pekan ke depan. Pembaruan ini menyasar pengguna Windows 11 yang menginginkan kontrol lebih besar terhadap tampilan antarmuka sistem operasi mereka, terutama mereka yang sering bekerja dengan banyak file dan folder setiap hari.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: windowscentral.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top