KEIND Karanganyar Resmi Dilantik, Rahmat Efendi Pimpin 51 Pengurus dan Siap Tekan Angka Pengangguran

Penulis: Andi Pratama  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:06:32 WIB
Rahmat Efendi resmi memimpin 51 pengurus KEIND Karanganyar periode 2026-2031 dalam pelantikan di Karanganyar, Rabu (19/8/2026) malam.

KARANGANYAR — Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) Kabupaten Karanganyar resmi menggelar pelantikan kepengurusan periode 2026-2031 pada Rabu (19/8/2026) malam. Sebanyak 51 orang pengurus inti dilantik dalam acara yang disebut sebagai langkah perintis di kawasan Soloraya, dengan target menjangkau pelaku usaha di seluruh penjuru kabupaten.

Organisasi ini hadir bukan untuk bersaing dengan wadah pengusaha lain seperti HIPMI atau Apindo. Justru, KEIND mengusung semangat kolaborasi antar-asosiasi untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah yang saat ini tengah menghadapi perlambatan.

Target Zero Pengangguran dan Bantuan Sosial

Ketua KEIND Karanganyar, Rahmat Efendi, menyatakan pihaknya siap bersinergi penuh dengan kepemimpinan Bupati Rober Christanto. Ia menyebut organisasinya sebagai garda terdepan pembangunan ekonomi di kabupaten.

"Kita siap jadi mitra strategis Pemkab Karanganyar di bawah komando Bapak Bupati. Kita menjadi agen garda terdepan pembangunan ekonomi di kabupaten, atas petunjuk Bapak Bupati," katanya dalam sambutan pelantikan.

Salah satu target utama yang dicanangkan adalah mendorong terciptanya zero pengangguran. Selain itu, KEIND juga bakal turun tangan membantu masyarakat kurang mampu dengan menyalurkan sebagian rezeki organisasi, sebuah langkah yang dinilai bisa meringankan tugas Dinas Sosial.

Program Coaching dan Talkshow Bersama Pengusaha Senior

Untuk mengangkat kelas pelaku usaha lokal, KEIND Karanganyar menyiapkan program pengembangan kapasitas berupa coaching dan talkshow. Para pengusaha berpengalaman akan dihadirkan untuk berbagi ilmu kepada anggota.

Dewan penasihat organisasi ini turut diisi oleh Iwan Andranikus, Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia. Kehadirannya diharapkan bisa menjadi magnet bagi pengusaha menengah untuk naik kelas dan mendorong UMKM naik ke level berikutnya.

"Kita akan membuat coaching-coaching dan talkshow. Mudah-mudahan beliau bisa men-share ilmu-ilmunya, sehingga mengangkat pengusaha menengah menjadi seperti beliau, dan pengusaha di bawah UMKM bisa naik menjadi pengusaha menengah," urai Rahmat.

Sinergi Lintas Organisasi di Soloraya

Wakil Ketua Bidang Organisasi KEIND Jawa Tengah, Edi Supriyono, menegaskan bahwa keberadaan organisasi ini justru menjadi pemantik terbentuknya kepengurusan serupa di kabupaten lain. Embrio KEIND disebut sudah mulai tumbuh di Sragen, Klaten, dan Sukoharjo.

"Kita tidak bersaing dengan siapa pun. Kita sebagai anak bangsa ikut membangun bangsa ini bersama-sama," terangnya. Fokus utama organisasi adalah memperkuat UMKM di tengah kondisi pasar yang lesu dan banyaknya keluhan pelaku usaha.

Sementara itu, Ketua KEIND Pusat Apda Rizal menjelaskan posisi berbeda organisasinya dengan HIPMI. Menurutnya, HIPMI memiliki segmentasi pengusaha muda dengan batas usia 40 tahun, sedangkan KEIND menaungi pengusaha tanpa batasan usia.

"HIPMI itu dibatasi usia 40 tahun ke bawah karena dia pengusaha muda. Kita semuanya sama, satu suara di Kadin," ujarnya. KEIND saat ini telah berkembang di 28 provinsi dan memiliki sekitar 25 perwakilan di luar negeri.

Kadin Go to Campus: Menciptakan Pengusaha Muda Baru

Salah satu program unggulan KEIND secara nasional adalah Kadin Go to Campus. Program ini diarahkan untuk melahirkan pengusaha baru dari kalangan mahasiswa agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi mencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan lewat ide dan inovasi bisnis.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top