WONOSOBO — Guncangan gempa magnitudo 3,8 yang berpusat di darat, sekitar 12 km utara Wonosobo, membangunkan warga pada Sabtu, 12 September 2026 dini hari. Kedalaman pusat gempa hanya 10 kilometer dari permukaan bumi, tergolong sangat dangkal.
Kombinasi magnitudo menengah dan kedalaman dangkal membuat getaran terasa nyata di beberapa kabupaten sekitar. Perabotan rumah dilaporkan bergoyang meski angka magnitudonya tidak terlalu besar.
BMKG mengukur tingkat guncangan menggunakan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Semakin tinggi angkanya, semakin kuat getaran yang dirasakan manusia.
Titik episenter yang berada di area daratan dengan kedalaman dangkal membuat guncangan menyebar lebih luas ke permukaan. Kondisi ini yang membuat gempa Dieng dan gempa Banjarnegara ikut masuk daftar wilayah terdampak.
Meski skalanya menengah ke bawah, efek getaran dirasakan hingga kabupaten tetangga. Warga di wilayah terdampak diminta tetap tenang dan tidak panik.
Pantau informasi lanjutan atau gempa susulan hanya dari saluran resmi pemerintah. Hindari menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan, periksa apakah ada kerusakan struktural pada rumah. Retakan pada dinding, plafon, atau pondasi perlu diperiksa lebih dulu.
BMKG belum merilis laporan kerusakan atau korban dari peristiwa ini. Warga di Wonosobo, Dieng, Banjarnegara, Wanayasa, dan Batang diimbau mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG.