De Djawatan Forest Banyuwangi, Hutan Trembesi Purba ala Negeri Dongeng

Penulis: Andi Pratama  •  Senin, 14 September 2026 | 13:04:01 WIB
Pengunjung berjalan di antara ratusan pohon trembesi raksasa di De Djawatan Forest, Benculuk, Cluring, Banyuwangi.

JAWA TENGAH — Banyuwangi dikenal lewat kawah berapi aktif dan ombak selancar kelas internasional. Namun di luar itu, kabupaten paling timur Pulau Jawa ini menyimpan ruang hijau yang belakangan ramai dikunjungi pelancong: De Djawatan Forest. Kawasan ini dikelola sebagai hutan lindung estetik yang ramah pengunjung, bukan sekadar taman biasa.

Yang membuatnya berbeda adalah formasi pohon trembesi (Albizia saman) berukuran raksasa. Batangnya berlekuk dramatis, akar gantungnya menjuntai artistik, dan lumut hijau menempel di badan pohon. Kombinasi itu memberi kesan seperti masuk ke latar film fantasi.

Lokasi dan Akses Menuju Benculuk

De Djawatan Forest berada di Kelurahan Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Posisinya di jalur strategis penghubung antar-kecamatan, sehingga mudah dijangkau kendaraan pribadi.

Dari pusat kota Banyuwangi, waktu tempuhnya sekitar 45 menit hingga 1 jam. Sepanjang perjalanan, pengunjung melewati hamparan persawahan dan perkampungan warga. Jalanan yang terus diperbaiki membuat rute ini nyaman dilalui keluarga besar, termasuk yang membawa anak-anak.

Daya Tarik: Ratusan Trembesi Berusia Ratusan Tahun

Begitu tiba, tajuk pohon lebat langsung menyelimuti area hutan. Suhu terasa lebih sejuk dibanding jalanan di luar. Kawasan ini dipenuhi ratusan pohon trembesi raksasa yang usianya diperkirakan mencapai ratusan tahun.

Struktur batang berlekuk-lekuk menjadi incaran pencinta fotografi. Akar gantung yang menjuntai memberi bingkai alami pada setiap jepretan. Lumut hijau di badan pohon menambah kesan purba dan magis.

Suasana itulah yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati penjelajahan. Terik matahari siang tidak terlalu terasa karena naungan tajuk yang rapat.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Berjalan santai menyusuri area hutan di bawah naungan tajuk trembesi
  • Berfoto dengan latar batang pohon raksasa dan akar gantung
  • Menikmati suasana sejuk bersama keluarga atau komunitas fotografi
  • Belajar soal pelestarian pohon-pohon purba langsung di lokasinya

Waktu Terbaik Berkunjung

Antusiasme pengunjung melonjak pada akhir pekan dan musim liburan panjang. Jika ingin suasana lebih tenang, datanglah di luar periode tersebut.

Untuk informasi terkini soal jam operasional, tarif masuk, dan aturan kunjungan, calon pengunjung dapat mengonfirmasi langsung ke dinas pariwisata setempat atau pengelola De Djawatan Forest.

Tips Sebelum Berangkat

Siapkan kamera atau ponsel dengan penyimpanan memadai. Medan di dalam kawasan berupa tanah dan akar yang menonjol, jadi kenakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan.

Bawa air minum dan pelindung kepala bila datang menjelang siang. Hormati area sekitar dengan tidak memetik tanaman atau merusak bagian pohon.

De Djawatan Forest menawarkan pengalaman rekreasi harian yang ramah keluarga tanpa harus mendaki gunung atau menyusuri pantai. Alokasikan waktu setengah hari untuk menjelajah, berfoto, dan menikmati udara sejuk di bawah kanopi trembesi purba.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: jogja.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top