JAWA TENGAH — Angka tersebut menjadi temuan utama survei pusat riset pasar Kaspersky yang dirilis pekan ini. Selain soal update, 72% pengguna ponsel pintar mengaku rutin menghapus foto dan video lama, jauh di atas pengguna PC yang hanya 49%.
Pola serupa muncul saat ditanya soal aplikasi yang jarang dipakai. Sebanyak 73% pemilik ponsel memilih menghapusnya, sedangkan di PC hanya 47% pengguna yang melakukan hal serupa.
Kaspersky menduga keterbatasan ruang penyimpanan di ponsel jadi pendorong utama kebiasaan ini. Ponsel lebih banyak dipakai untuk memotret, mengirim pesan, menonton konten, dan mengakses internet secara cepat.
Kebiasaan itu secara alami mendorong pengguna lebih sering membersihkan perangkat. Survei mencatat 58% responden kini menjadikan ponsel sebagai perangkat utama untuk mengakses internet.
Sebaliknya, PC masih jadi andalan generasi lebih tua. Sebanyak 58% responden berusia 61 tahun ke atas mengaku PC tetap jadi pilihan utama mereka untuk online.
Ada satu area di mana pengguna PC justru lebih disiplin. Sebanyak 57% pengguna PC mengorganisasi berkas dan surel ke dalam folder, dibanding hanya 46% pengguna ponsel pintar.
Kaspersky mengingatkan PC tetap berperan penting sebagai alat utama mengelola file, program, dan pekerjaan. Menghapus aplikasi lama di PC juga penting untuk menjaga performa dan keamanan, karena aplikasi yang menumpuk berpotensi menyimpan data pribadi atau finansial yang rawan disalahgunakan.
Di luar urusan update dan hapus file, tingkat kepatuhan pengguna terhadap praktik keamanan siber dasar tergolong rendah. Hanya 33% pengguna ponsel pintar dan 31% pengguna PC yang rutin mengganti kata sandi.
Untuk pencadangan data, angkanya 29% di ponsel dan 28% di PC. Yang paling minim adalah peninjauan izin aplikasi dan pengaturan privasi, yakni hanya 20% pengguna ponsel pintar dan 16% pengguna PC.
Kaspersky menyebut temuan ini sebagai tren yang mengkhawatirkan. Perusahaan menilai praktik kebersihan siber merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi data pribadi dan keuangan dari ancaman siber.
"Setiap perangkat yang kita gunakan, baik ponsel maupun PC, menyimpan informasi pribadi dan keuangan dalam jumlah yang terus bertambah. Mengabaikan kebersihan digital dasar dapat membuat informasi tersebut rentan terekspos," kata Marina Titova, Vice President for Consumer Business di Kaspersky.
Kaspersky membagikan sejumlah langkah agar perawatan perangkat tidak sekadar jadi niat sesaat.
Survei ini dilakukan terhadap 7.200 responden di 18 negara pada Maret 2026. Bagi pelaku bisnis digital dan investor, data ini menunjukkan peluang pasar untuk layanan keamanan konsumen yang menyasar kebiasaan perawatan perangkat, terutama di segmen PC yang adopsi praktik keamanannya masih tertinggal.