SEMARANG — Rapat pembahasan usulan pembangunan infrastruktur strategis 2027–2029 yang digelar di kantor Gubernur Jawa Tengah membahas sejumlah proyek, namun penataan kawasan PRPP disebut paling mendesak. Luthfi menilai kawasan itu punya posisi penting sebagai wajah Jawa Tengah.
Hadir dalam rapat tersebut Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) Rudolf Tulus P. Sirait, Direktur PRPP Shafigh Pahlevi Lontoh, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah.
Luthfi menekankan pembenahan dimulai dari bagian depan kawasan yang membentuk kesan pertama pengunjung. Cakupannya meliputi fasad, penempatan papan iklan, dan penataan lingkungan sekitar.
Untuk mempercepat langkah itu, pengelola diminta menggandeng bupati dan wali kota, khususnya dalam pengembangan anjungan daerah di Grand Maerokoco. Gubernur menyatakan siap mengumpulkan para kepala daerah agar masing-masing menyiapkan konsep dan mengambil peran.
"Jadi bikin mereka punya legacy masing-masing," katanya.
Dirut SPJT Rudolf Tulus P. Sirait menuturkan, anjungan daerah diusulkan menjadi ruang berkumpul dan wisata kuliner dengan tetap mempertahankan identitas budaya masing-masing daerah. Usulan itu menjadi bagian dari rencana penataan Taman Mini Jawa Tengah.
Penataan tersebut mencakup perbaikan 34 bangunan anjungan beserta tamannya, serta pembangunan satu anjungan dan taman baru untuk Kabupaten Temanggung.
Rencana revitalisasi Grand Maerokoco meliputi pembangunan gerbang, perbaikan jalan kawasan, trotoar dan fasilitas pejalan kaki, penataan taman, penerangan, serta drainase. Renovasi Jateng Science Center dan penyediaan fasilitas layanan pengunjung juga masuk dalam daftar.
Selain penataan fisik, Luthfi menyoroti perlunya penguatan promosi kegiatan. Jejaring pemerintah kabupaten/kota diminta dimanfaatkan agar informasi acara di PRPP menjangkau masyarakat lebih luas dan menarik kunjungan.
Pengelola juga diminta menyusun kegiatan secara profesional, mulai dari menentukan sasaran pengunjung, memahami kebutuhan mereka, hingga menyiapkan strategi promosi.
"Jangan hanya sekadar kegiatan, tapi harus berorientasi pada hasil," tegasnya.
Permintaan agar bupati dan wali kota terlibat langsung disebut Luthfi sebagai cara mempercepat pembenahan sekaligus memberi ruang bagi tiap daerah menampilkan potensinya. Konsep yang disiapkan masing-masing kepala daerah diharapkan memperkaya isi anjungan di Grand Maerokoco.
Pembenahan PRPP diharapkan memperbaiki kinerja pengelolaan sekaligus memperkuat fungsinya sebagai ruang rekreasi dan promosi potensi Jawa Tengah. Tahap berikutnya menunggu penyusunan konsep dari kabupaten/kota sebelum masuk pembahasan anggaran 2027–2029.