SEMARANG — Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menyebut cuaca pagi hingga siang umumnya berawan. Memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan berpeluang turun di kawasan pegunungan, dataran tinggi bagian tengah, dan sebagian wilayah pantura.
"Tetap waspada terhadap karhutla, meskipun hujan ringan turun di hampir sebagian daerah di Jawa Tengah. Di musim kemarau panjang ini, banyak tanaman kering yang mudah terbakar," ujar Ferry Oktarisa, Jumat (18/9).
Hujan ringan pada sore hingga awal malam diprakirakan turun di 13 daerah. Sejumlah wilayah lain diprediksi berawan sepanjang hari.
Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10-30 km/jam. Suhu udara berkisar 16-36 derajat Celcius dengan kelembaban 35-95 persen.
Ferry menambahkan udara di wilayah pantura akan terasa lebih gerah karena suhu maksimal mencapai 36 derajat Celcius.
BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan kondisi perairan. Prakirawan Lessy Andari melaporkan peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum 0,9 meter pada dini hari hingga pagi.
Kondisi itu memicu banjir rob di sejumlah kawasan pesisir pantura, mulai Brebes hingga Rembang.
"Banjir rob ini dapat mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, dan budidaya perikanan darat," jelas Lessy.
Gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Jawa Tengah. BMKG mengingatkan gelombang di atas 1,25 meter berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan dan kapal tongkang.
Risiko meningkat saat kecepatan angin melebihi 15 knot. Warga yang beraktivitas di kawasan pesisir diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.