SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menutup Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Sabtu (19/9/2026) malam. Dalam sambutannya, Luthfi menyebut gema ayat suci Al-Qur'an selama sembilan hari pelaksanaan membawa ketenangan bagi masyarakat, tidak hanya di Jawa Tengah tetapi juga di seluruh Indonesia.
"Di seluruh pelosok Provinsi Jawa Tengah dan Republik Indonesia, bahkan dunia, hari ini terasa tenteram, aman, damai karena lantunan ayat-ayat suci Allah," ujar Ahmad Luthfi.
Luthfi menilai MTQ bukan sekadar arena perlombaan. Kehadiran kafilah dari berbagai provinsi memberi dampak langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar lokasi acara.
Catatan selama perhelatan menunjukkan perputaran ekonomi dari sektor UMKM mendekati angka Rp 16 miliar. Angka itu disebut Luthfi berdasarkan pantauan di area bazar UMKM yang menampung pelaku usaha dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota.
"MTQ tidak hanya ajang kompetisi. Di sebelah kanan saya ada UMKM dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Hari ini perputarannya sudah mendekati angka Rp 16 miliar," katanya.
MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah diikuti 2.242 peserta yang berasal dari 37 provinsi. Mereka beradu kemampuan dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori perlombaan.
Seluruh mata lomba digelar di 12 arena berbeda yang tersebar di Kota Semarang dan sekitarnya. Selama sembilan hari, arena-arena tersebut menjadi pusat kunjungan warga maupun peserta dari luar daerah.
Luthfi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Tengah dan seluruh elemen yang menyukseskan acara tingkat nasional tersebut. Ucapan selamat juga diberikan kepada para peserta yang menorehkan prestasi, serta seluruh kafilah yang berpartisipasi.
Acara penutupan dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Turut hadir Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad serta para kepala daerah dan kafilah dari penjuru tanah air.
Pelaksanaan MTQ tahun ini menjadi penanda perpindahan tuan rumah dari Jawa Tengah ke provinsi berikutnya. Dampak ekonominya bagi UMKM lokal menjadi salah satu sorotan utama dalam laporan penyelenggaraan.