SEMARANG — Kepala Bapenda Jateng Muhammad Masrofi menyatakan penjualan kendaraan baru punya kaitan langsung dengan penerimaan daerah. Setiap pembelian mobil atau motor otomatis memunculkan kewajiban bayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
“Karena ketika masyarakat membeli kendaraan baru, otomatis mereka akan membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Semakin banyak pembeliannya, penjualannya, otomatis akan mendongkrak penerimaan PAD di Jawa Tengah,” ungkap Masrofi, Sabtu (19/9/2026).
GIIAS Semarang 2026 berlangsung di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Tembalang. Bagi Bapenda, pameran itu jadi salah satu momentum mengejar penerimaan daerah hingga akhir tahun.
Dua pos pajak kendaraan bermotor menopang penerimaan daerah Jateng. Target BBNKB 2026 dipatok Rp 2,1 triliun. Hingga September, realisasinya sudah 64 persen.
Target PKB tahun ini Rp 4,3 triliun. Realisasi hingga September tercatat Rp 2,47 triliun, atau 56,56 persen dari target.
Masrofi menyebut kondisi ekonomi tetap jadi faktor yang memengaruhi penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotor.
“Ya sedang diupayakan, kami selalu optimis, tetapi dengan kondisi ekonomi seperti saat ini juga berpengaruh terhadap pendapatan kita. Terutama dari pajak kendaraan bermotor,” ujarnya.
Persoalan yang masih dihadapi Bapenda Jateng adalah piutang pajak yang mencapai Rp 2,4 triliun. Nilai itu cukup besar dibanding realisasi PKB yang baru Rp 2,47 triliun hingga September.
Bapenda berupaya agar realisasi PAD 2026 mendekati capaian tahun sebelumnya yang mencapai 95,4 persen. Berbagai langkah disiapkan untuk mengejar selisih target.
Untuk meningkatkan kepatuhan, Bapenda melibatkan perangkat desa dalam sosialisasi kewajiban pajak. Pendekatan lewat pemerintah desa dinilai lebih efektif menjangkau wajib pajak di kampung-kampung.
Program Gebyar Samsat kembali disiapkan pada Desember. Bapenda juga memberi apresiasi kepada wajib pajak melalui program cashback Rp 50 ribu.
Program cashback berlaku Oktober-Desember 2026 dengan kuota lima wajib pajak per hari hingga akhir tahun. Skema ini diharapkan menarik warga melunasi PKB sebelum jatuh tempo.
Bapenda menargetkan sisa empat bulan terakhir jadi periode kunci. Transaksi kendaraan baru di GIIAS Semarang dan kepatuhan wajib pajak di daerah jadi dua jalur yang diandalkan untuk menutup kekurangan penerimaan.