Investasi Tiongkok di Jawa Tengah Capai Rp 4,55 Triliun, 213.217 Tenaga Kerja Terserap dari 55.989 Proyek

Penulis: Deni Kurniawan  •  Minggu, 20 September 2026 | 10:31:31 WIB

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan capaian investasi pengusaha asal Tiongkok di provinsi itu sekitar Rp 4,55 triliun sepanjang semester I-2026. Angka tersebut menjadi bagian dari total investasi Jawa Tengah yang menembus Rp 59,94 triliun pada periode yang sama.

Realisasi investasi itu terdiri atas penanaman modal asing (PMA) Rp 25,92 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 22,62 triliun, dan usaha mikro dan kecil (UMK) Rp 11,40 triliun. Hingga semester I-2026, sebanyak 213.217 tenaga kerja terserap dari 55.989 proyek investasi di Jawa Tengah.

Daya Tarik Ekonomi dan Ruang Kolaborasi Pelaku Usaha

Luthfi menilai angka tersebut menunjukkan Jawa Tengah memiliki daya tarik ekonomi sekaligus ruang kolaborasi yang semakin luas bagi pelaku usaha. Menurut dia, seluruh elemen masyarakat memiliki ruang yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi bagi daerah.

"Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki daya tarik bagi investor, dan peluang kerja sama ekonominya juga semakin besar," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Gala Dinner Festival Pertengahan Musim Gugur di Hotel PO, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026). Festival tersebut digelar Masyarakat Chinese Jawa Tengah Indonesia.

Festival Budaya sebagai Modal Sosial Investasi

Menurut Luthfi, Festival Pertengahan Musim Gugur bukan sekadar perayaan budaya. Kegiatan itu merefleksikan nilai kekerabatan, kekeluargaan, persatuan, dan keakraban yang dapat menjadi modal sosial dalam membangun daerah.

"Jawa Tengah adalah rumah kita. Sebagai rumah bersama, festival ini mengajarkan tentang harapan bahwa Jawa Tengah bertumbuh kembang menjadi sentralnya Jawa, sentralnya Indonesia," kata Luthfi.

Para pengusaha dari berbagai latar belakang, lanjutnya, dapat bertemu, membangun jejaring, sekaligus menyatukan langkah untuk mengembangkan usaha di Jawa Tengah.

"Ibaratnya seperti sinar rembulan yang menyinari empat benua menjadi satu, sehingga bisnis teman-teman bisa menjadi sukses. Bisa mewarnai masyarakat Jawa Tengah dan seluruh asosiasi yang ada, sehingga Jawa Tengah menjadi maju berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Kolaborasi Pemerintah, Pelaku Usaha, dan Masyarakat Jadi Kunci

Luthfi menegaskan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Semakin kuat jejaring antarpelaku usaha, semakin besar pula peluang investasi berkembang dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Dalam konteks itu, ia menyebut Jawa Tengah bukan sekadar tempat untuk menanamkan modal, melainkan rumah bersama tempat berbagai kelompok dapat tumbuh dan membangun masa depan secara beriringan.

"Di rumah bersama bernama Jawa Tengah ini, para pengusaha berkolaborasi sehingga mendukung tumbuh kembang investasi," ujarnya.

Dengan realisasi investasi yang telah mencapai hampir Rp 60 triliun pada semester pertama 2026, pemerintah provinsi terus mendorong agar arus investasi memberikan manfaat yang semakin luas. Ukurannya bukan hanya nilai modal yang masuk, tetapi juga seberapa besar investasi mampu menggerakkan ekonomi daerah dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Jawa Tengah.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top