JEPARA — Sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau setingkat kepala dinas menempati posisi baru, sementara 20 lainnya mengisi jabatan kepala bidang, kasubag, hingga kepala seksi. Pelantikan dirangkai dengan serah terima jabatan dan materiil pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Jepara.
Hadi Sarwoko dilantik sebagai Direktur RSUD Raden Ajeng Kartini, berpasangan dengan Diyar Susanto yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan. Posisi lain diisi Ali Hidayat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta Edy Marwoto sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Samiadji mengisi kursi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, sementara Sridana Paminto menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup. dr. Tri Iriantiwi menempati posisi Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Dua nama lain melengkapi jajaran: Rini Patmini sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Arif Darmawan sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.
Witiarso menempatkan Direktur RSUD R.A. Kartini ke posisi staf ahli karena Pemkab Jepara kekurangan SDM yang memahami bidang kesehatan. Kebutuhan itu tidak hanya menyangkut jajaran teknis, tetapi juga pejabat yang terlibat pembahasan dan koordinasi kebijakan.
"SDM kesehatan kita kurang, sehingga kami menginginkan jajaran kami, staf ahli maupun asisten itu ada yang memahami tentang kesehatan," ujar Witiarso.
Selama ini, rapat koordinasi di lingkungan pemkab dinilai minim pejabat berlatar belakang kesehatan. Karena itu, pengalaman Direktur RSUD dipakai untuk mendorong peningkatan layanan puskesmas di Jepara.
"Karena selama ini dalam rakor tidak ada yang memiliki basic itu. Makanya Bu Dirut jadi staf ahli untuk membantu bagaimana meningkatkan pelayanan puskesmas yang ada di Jepara," jelasnya.
Bupati menyebut penataan pejabat mempertimbangkan kemampuan dan talenta masing-masing aparatur. Perubahan susunan diharapkan mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
"Ini penataan sesuai dengan kemampuan masing-masing eselon dua, khususnya sesuai dengan talentanya, kelebihannya, sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Witiarso.
Selain sektor kesehatan, perombakan menyasar penguatan kinerja pemerintahan hingga tingkat kecamatan. Pejabat kecamatan ditempatkan lebih dekat dengan wilayah kerjanya agar waktu tempuh tidak terlalu lama.
"Kita dekatkan teman-teman kecamatan. Sehingga meningkatkan kinerjanya dengan waktu tempuh yang tidak terlalu lama," imbuhnya.
Witiarso berharap susunan baru memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jepara.
"Dapat memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jepara," tandasnya.