Pemkab Kudus Siapkan 5 Usaha Jadi Percontohan Pariwisata Ramah Muslim 2027

Penulis: Budi Santoso  •  Selasa, 22 September 2026 | 05:32:01 WIB
Disbudpar Kudus menetapkan lima usaha pariwisata sebagai percontohan wisata ramah muslim.

KUDUS — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus memilih lima usaha pariwisata sebagai percontohan pengembangan wisata ramah muslim. Subkoordinator Promosi Wisata Disbudpar Kudus Esti Aristiana Sukmawati menyebut kelima usaha itu terdiri dari dua kuliner, dua destinasi wisata, dan dua akomodasi.

Di sektor kuliner, Soto Djatmi dan GASASA masuk daftar usaha yang dipersiapkan. Untuk destinasi wisata, Museum Jenang dan Kretek Waterpark dipilih sebagai objek yang akan dirintis. Sektor akomodasi mencakup Hotel Bicarak Safir dan Salimna.

"Lima itu yang kita jadikan pilot project. Nanti mudah-mudahan yang lain bisa mengikuti juga," kata Esti.

Fasilitas yang Disiapkan untuk Wisatawan Muslim

Kepala Disbudpar Kudus Abdul Halil menjelaskan, konsep pariwisata ramah muslim tidak berarti menjadikan seluruh destinasi sebagai wisata syariah. Konsep tersebut lebih diarahkan pada penyediaan fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim.

"Wisata ramah muslim itu bukan terus seperti wisata syariah. Tetapi menyediakan fasilitas yang muslim friendly," ujar Abdul Halil.

Fasilitas yang dimaksud antara lain penunjuk arah kiblat dan kitab suci di kamar penginapan. Tempat wudu yang memadai. Hingga pemisahan fasilitas tertentu antara wisatawan laki-laki dan perempuan.

Jaminan Halal Produk UMKM Jadi Perhatian

Pengembangan pariwisata ramah muslim juga menyentuh aspek produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Jaminan kehalalan produk dinilai penting untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman wisatawan saat menikmati produk lokal.

Disbudpar Kudus turut membenahi layanan informasi wisata melalui Tourism Information Center (TIC) online. Informasi destinasi diperbarui agar wisatawan lebih mudah mengetahui lokasi, fasilitas dan akses menuju objek wisata.

"Kita memperbarui informasi yang disampaikan di sana. Harapannya akan lebih komprehensif ketika diakses wisatawan, termasuk ada petunjuk dan maps sehingga wisatawan lebih mudah menuju destinasi," harap Esti.

Apa Langkah Selanjutnya Menuju 2027?

Penetapan lima usaha percontohan menjadi tahap awal persiapan Kudus menyambut program pariwisata 2027. Disbudpar berharap usaha lain di sektor kuliner, destinasi, dan akomodasi dapat menyusul menerapkan fasilitas ramah muslim.

Pembenahan TIC online dan jaminan halal produk UMKM menjadi dua fokus pendamping agar wisatawan muslim mendapat pengalaman yang utuh saat berkunjung ke Kudus.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top