PGE Bor Sumur Kedua PLTP Lumut Balai, Target Operasi 2030

Penulis: Budi Santoso  •  Rabu, 23 September 2026 | 13:07:31 WIB
Pengeboran sumur kedua LMB-19.4 PLTP Lumut Balai Unit 3 dimulai pada 17 September 2026.

JAWA TENGAH — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memulai pengeboran sumur kedua LMB-19.4 untuk mendukung PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW) di Sumatera Selatan. Pengeboran dimulai Kamis, 17 September 2026, pukul 22.00 WIB, menggunakan rig GDAP#123. Proyek ini menargetkan Commercial Operation Date (COD) pada 2030.

Paragraf pembuka: Sumur LMB-19.4 menjadi kelanjutan dari tajak (spud-in) sumur eksplorasi pertama LMB 19-3 yang dimulai Juli 2026 di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu. Sumur perdana itu dibor hingga kedalaman 2.500 meter dengan rig yang sama. Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyatakan pengeboran sumur kedua ini adalah wujud komitmen perusahaan menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat, khususnya di Sumatera Selatan.

Target Rampung 40 Hari

Project Manager Lumut Balai Unit 3 & 4 Heri Susanto menyampaikan bahwa pengeboran Sumur LMB-19.4 ditargetkan rampung dalam 40 hari. Keberhasilan proses ini, katanya, bergantung pada sinergi seluruh pihak serta konsistensi penerapan standar keselamatan, kualitas, dan operasional.

"Dimulainya pengeboran sumur kedua LMB-19.4 menjadi kelanjutan dari berhasilnya sumur LMB-19.3 yang telah selesai sebelumnya. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan," ujar Heri Susanto.

General Manager PGE Area Lumut Balai Catur Hendro Utomo menambahkan, pengeboran ini menandai tahap penting dalam pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3. Menurutnya, keberhasilan sumur sebelumnya menjadi bukti proses pengembangan di lapangan berjalan sesuai rencana.

Melengkapi Unit 1 dan 2 yang Sudah Beroperasi

PLTP Lumut Balai Unit 3 akan melengkapi Unit 1 dan 2 yang masing-masing berkapasitas 55 MW. Unit 1 telah beroperasi sejak akhir 2019, sementara Unit 2 mulai beroperasi Juni 2025. Proyek ini berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan.

Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book & Green Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas. Status ini menempatkan proyek panas bumi tersebut sebagai bagian dari arah kebijakan energi pemerintah, bukan sekadar ekspansi korporasi.

Jalan Menuju Kapasitas 1 GW

Ahmad Yani menyebut proyek ini akan mempercepat langkah PGE menuju target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034. "Kami optimistis, proyek ini akan turut mempercepat langkah PGE menuju target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034," ujarnya, Rabu, 23 September.

Bagi pelanggan listrik di Sumatera Selatan, tambahan 55 MW dari Unit 3 berarti pasokan daya yang lebih besar saat permintaan terus tumbuh. PLTP Lumut Balai memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energi terbarukan, sehingga penambahannya tidak menambah emisi karbon dari pembangkit berbasis fosil.

Penutup: Dengan pengeboran sumur kedua yang ditargetkan rampung dalam 40 hari, tahapan menuju COD 2030 memasuki fase eksekusi lapangan. Posisi PGE sebagai anak usaha Pertamina di sektor panas bumi akan diuji dari kemampuan mengeksekusi target kapasitas 1 GW pada 2028 — tenggat yang menyisakan sekitar dua tahun lagi.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top